BORNEONEWS, Palangka Raya - Ada 3 ancaman krisis pangan yang harus diwaspadai oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di tahun ini. Pertama akibat El Nino, kedua pemanasan global, dan terakhir konflik geopolitik.
Hal diungkapkan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Prov Kalteng Sri Widanarni menyampaikan 3 ancaman ini perlu upaya mitigasi.
Seperti melalui strategi diversifikasi pangan, peningkatan ketahanan pangan lokal, serta adopsi teknologi dan praktik pertanian yang ramah lingkungan.
"Masalah ancaman krisis pangan akibat El Nino, pemanasan global, dan konflik geopolitik, pertanian sebagai salah satu bantalan ekonomi Kalteng yang harus terus bergerak maju untuk dapat bertumbuh," katanya, Jumat, 16 Agustus 2024.
Sri mengatakan sektor pertanian di Kalteng dapat terus dikembangkan melalui peningkatan infrastruktur, inovasi teknologi, serta kebijakan yang mendukung petani dan keberlanjutan lingkungan.
"Inisiatif ini akan memperkuat posisi pertanian sebagai bantalan ekonomi yang tangguh di Kalteng," ungkapnya.
Pertanian ujarnya tetap dapat diandalkan sebagai penopang ekonomi, untuk memanilisasi 3 ancaman krisis pangan serta didukung produksi pangan lokal membantu menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan, yang pada gilirannya melindungi daya beli masyarakat.
--page
"Pertanian tetap menjadi tulang punggung yang stabil bagi perekonomian daerah," tandasnya. (MARINI/R)









