**Borneonews, Lombok Tengah** - Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan berbagai sektor, kembali meluncurkan bantuan makanan tambahan sebagai upaya percepatan penurunan stunting. Ketua Tim PKK Lombok Tengah, Hj Nurul Aini Pathul Bahri, menjelaskan bahwa program ini diadakan dengan tujuan khusus untuk menurunkan angka stunting di daerah tersebut.
Kegiatan yang bertajuk *sinergitas percepatan penurunan stunting* ini dilaksanakan di masing-masing kecamatan. Dalam acara tersebut, warga menerima paket makanan tambahan, yang terdiri dari telur dan berbagai makanan bergizi lainnya. Nurul Aini berharap, dengan adanya program ini, target penurunan stunting di Lombok Tengah dapat tercapai.
Ia juga mengajak para ibu di Kelurahan Gerantung untuk meningkatkan pola asuh anak mereka. Menurutnya, penting untuk tidak hanya menyajikan makanan ringan dan makanan cepat saji, melainkan juga memberikan menu sehat seperti sayuran. Ia mengungkapkan, "Makanan seperti daun kelor, telur, dan tahu sudah dapat memenuhi kebutuhan gizi anak-anak."
Ketua Baznas Lombok Tengah, TGH Marif, juga menekankan pentingnya perhatian terhadap anak-anak. Ia menyatakan bahwa merawat generasi penerus adalah bagian dari ibadah kepada Allah SWT. "Mari kita jaga anak-anak ini, karena mereka adalah titipan dari Allah SWT dan akan dipertanggungjawabkan nanti di akhirat," ujarnya.
Komitmen pihaknya untuk meningkatkan pembangunan di Lombok Tengah, serta kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas utama, termasuk penurunan angka stunting sebagai bagian dari program nasional. Diharapkan, bantuan ini dapat meningkatkan kesehatan masyarakat dan secara signifikan menurunkan angka stunting.
Pada tahun 2023, kasus stunting di Lombok Tengah tercatat mencapai 13,34 persen, yang telah berada di bawah target nasional. Meskipun demikian, pemerintah daerah terus berupaya dengan berbagai terobosan baru, termasuk pemberian makanan tambahan. Upaya ini sudah menunjukkan hasil, dengan angka stunting yang terus mengalami penurunan setiap bulan.
Data terbaru menunjukkan bahwa angka stunting di Lombok Tengah per Agustus 2024 mencapai 10,14 persen, yang setara dengan sekitar 10 ribu balita. Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat terus berlanjut agar angka stunting semakin menurun dan kualitas kesehatan anak-anak di daerah ini dapat meningkat.
ANTARA
Pemerintah Lombok Tengah Salurkan Makanan Tambahan Turunkan Stunting
Bagikan:

MATARAM –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BPN Berkontribusi Tingkatkan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834 Triliun
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Komentar (0)
Memuat komentar…







