**Borneonews**, Jakarta
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI serta DPD RI Tahun 2024, mengungkapkan laporannya selaku pemimpin negara. Pidato tersebut juga bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia. Dalam pidato ini, Presiden mengenakan pakaian tradisional Bangsawan Ujung Serong asal Betawi.
Diawali dengan ungkapan rasa syukur, Presiden Joko Widodo membuka pidatonya dengan menyampaikan salam. "Bismillahirrahmanirrahim, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua, Shalom, Om Swastyastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan," ujarnya.
Presiden juga menyampaikan penghormatan kepada Wakil Presiden Ma'ruf Amin beserta seluruh anggota lembaga negara yang hadir. Ia mengingatkan bahwa tahun ini menandai sepuluh tahun masa jabatannya dan lima tahun masa jabatan Wakil Presiden. Pencapaian ini, menurutnya, merupakan sebuah tanggung jawab besar.
"Sejak hari pertama saya menerima amanah ini, saya menyadari banyak tantangan yang akan dihadapi. Namun, dukungan dari rakyat menjadi sumber kekuatan saya," ujarnya. Dalam momen tersebut, Presiden menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia atas kerja sama dan dukungan yang diberikan selama sepuluh tahun, sehingga Indonesia dapat menghadapi berbagai tantangan dan perubahan.
Presiden mengungkapkan bahwa selama sepuluh tahun masa jabatannya, telah dibangun fondasi dan peradaban baru dengan pembangunan yang berfokus pada Indonesia. Antara lain, dengan pembangunan infrastruktur seperti 366.000 kilometer jalan desa, 1,9 juta meter jembatan desa, 2.700 kilometer jalan tol baru, dan 6.000 kilometer jalan nasional. Selain itu, terdapat pula 50 pelabuhan dan bandara baru serta 43 bendungan baru, yang turut memperkuat jaringan irigasi seluas 1,1 juta hektare.
Dalam bidang ekonomi, Presiden mencatat bahwa biaya logistik berhasil diturunkan dari 24 persen menjadi 14 persen dalam tahun 2023, dan peringkat daya saing Indonesia meningkat dari posisi 44 menjadi 27 di tahun 2024. Hal ini berdampak pada persatuan bangsa dengan akses yang lebih merata. Keberhasilan ini terbukti melalui daya tahan dalam menghadapi pandemi Covid-19, perubahan iklim, serta situasi geopolitik yang semakin kompleks.
Indonesia berhasil menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang terjaga di atas 5 persen, dengan wilayah Indonesia Timur seperti Papua dan Maluku mengalami pertumbuhan di atas 6 persen, serta Maluku Utara yang mencatat pertumbuhan lebih dari 20 persen. Inflasi terkendali di kisaran 2-3 persen, dengan angka kemiskinan ekstrem turun dari 6,1 persen menjadi 0,8 persen pada tahun 2024. Angka stunting juga berhasil dikurangi dari 37,2 persen menjadi 21,5 persen.
Presiden Joko Widodo menyoroti upaya perlindungan bagi masyarakat ekonomi bawah melalui beberapa program yang telah dilaksanakan. Total anggaran sebesar Rp361 triliun untuk Kartu Indonesia Sehat telah mendanai layanan kesehatan bagi lebih dari 92 juta peserta JKN per tahun. Selain itu, anggaran Kartu Indonesia Pintar senilai Rp113 triliun telah digunakan untuk pendidikan lebih dari 20 juta siswa setiap tahunnya. Program Keluarga Harapan juga memanfaatkan anggaran Rp225 triliun untuk meningkatkan ekonomi sekitar 10 juta keluarga kurang mampu per tahun.
Pembangunan yang dilakukan, menurut Presiden, bertujuan untuk menyentuh semua lapisan masyarakat serta membuka peluang bagi pertumbuhan bersama. Dia juga menegaskan komitmen untuk meningkatkan nilai tambah dengan mengolah sumber daya alam di dalam negeri, bukan hanya mengekspor bahan mentah.
Dalam langkah ini, Indonesia juga telah membangun smelter dan industri pengolahan untuk nikel, bauksit, dan tembaga yang membuka lebih dari 200.000 lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan negara lebih dari Rp158 triliun dalam delapan tahun terakhir. Presiden menjelaskan bahwa kehadiran Indonesia di pasar global harus memberikan manfaat maksimal kepada rakyat.
Menyongsong masa depan yang lebih hijau, Indonesia memiliki potensi besar di sektor energi hijau, yang dapat mencapai sekitar 3.600 gigawatt. Ini mencakup pengembangan energi dari berbagai sumber, seperti energi air, angin, energi matahari, dan lain-lain. Dalam konteks tersebut, program transisi energi perlu dilakukan secara hati-hati dan berkeadilan.
Dalam perkembangan teknologi dan digitalisasi, Presiden menyatakan kegembiraannya atas terbentuknya INA Digital, yang merupakan digitalisasi layanan pemerintah yang terintegrasi. Cakupan elektrifikasi dan internet juga terus diperluas hingga mencapai 99 persen dan 79 persen pada tahun 2024, yang diharapkan dapat mendorong digitalisasi UMKM dan pengembangan start-up.
Presiden juga menekankan pentingnya dukungan produk dalam negeri. Belanja APBN, APBD, dan BUMN difokuskan pada produk dalam negeri, dengan harapan mendapatkan manfaat maksimal untuk rakyat. Di bidang hukum, Presiden mencatat bahwa Indonesia kini memiliki Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang baru dan sejumlah undang-undang yang diharapkan memperkuat perlindungan masyarakat.
Di akhir pidato, Presiden mengungkapkan rasa syukurnya atas semua pencapaian yang telah diraih. Dia menekankan bahwa sepuluh tahun bukanlah waktu yang cukup untuk menyelesaikan semua permasalahan bangsa, dan mengakui adanya kekurangan serta kemungkinan kesalahan yang dilakukan selama masa jabatannya.
"Saya dan Wakil Presiden K.H. Ma'ruf Amin mohon maaf kepada setiap yang mungkin kecewa. Kami mohon maaf untuk setiap harapan yang mungkin belum bisa terwujud. Ini yang terbaik yang dapat kami upayakan untuk rakyat," jelasnya.
Presiden juga menyampaikan harapannya kepada Presiden terpilih, Prabowo Subianto, untuk meneruskan cita-cita masyarakat Indonesia. Dengan mengakhiri pidato, dia mengajak semua untuk bersyukur dan merayakan kemerdekaan Indonesia. "Dirgahayu RI, Dirgahayu Negeri Pancasila, Merdeka! Terima kasih."
Dengan demikian, pidato ini menggarisbawahi pencapaian dan tantangan yang telah dihadapi selama dekade terakhir serta komitmen untuk melanjutkan pembangunan demi kesejahteraan rakyat Indonesia.
ANTARA
Pidato Presiden Jokowi tentang Pembangunan dan Cita-Cita Nasional
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Komentar (0)
Memuat komentar…







