JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Deputi II Kepala Staf Kepresidenan, Abetnego Tarigan, menyatakan bahwa pakaian adat Betawi yang dikenakan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, pada pidato kenegaraan terakhirnya memiliki makna sebagai simbol terima kasih untuk Kota Jakarta. Hal ini disampaikan saat Presiden menghadiri Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD di Gedung Nusantara, Jakarta. Abetnego menjelaskan bahwa pakaian Bangsawan Ujung Serong yang dipilih oleh Presiden merupakan representasi dari rasa syukur atas status Jakarta sebagai ibu kota sejak tahun 1966. “Presiden memaknai pakaian adat Betawi ini sebagai simbol terima kasih untuk Kota Jakarta,” ungkapnya. Selanjutnya, Abetnego menguraikan bahwa pakaian adat tersebut mencerminkan nilai-nilai kesopanan, ketaatan terhadap agama, kekuatan, dan kebijaksanaan. Nilai-nilai ini disampaikan melalui warna dan motif yang tegas serta berani, yang diakui menjadi bagian terhormat dalam budaya Betawi. "Betawi merepresentasikan wajah Indonesia, jauh sebelum negara kita merdeka, dan menunjukkan akulturasi yang kuat dari berbagai suku bangsa di Indonesia," tambahnya. Ia juga menekankan filosofi yang mendasari pemilihan baju adat Betawi oleh Presiden sebagai simbol perjuangan bersama selama sepuluh tahun dalam menghadapi berbagai tantangan untuk memajukan bangsa. “Seperti halnya pakaian ini yang telah bertahan melintasi zaman, bangsa Indonesia juga telah menunjukkan ketangguhan dan kegigihan dalam membangun negeri dengan cerminan nilai-nilai luhur,” jelas Abetnego lebih lanjut. Dalam kesempatan ini, Presiden Jokowi tampil dengan mengenakan pakaian Bangsawan Ujung Serong dengan setelan berwarna hitam, yang dipadukan dengan kain berwarna keunguan serta dihiasi rantai di dada, dan peci berwarna hitam. Sementara itu, Ibu Negara Iriana Jokowi memilih kebaya berwarna krem keemasan yang di padukan dengan kain songket berwarna senada. Iriana menambahkan sentuhan elegan dengan memilih kebaya panjang yang dilengkapi selendang berwarna krem keemasan yang disampirkan di pundak kanannya. Penampilannya semakin anggun dengan riasan yang sederhana dan rambut yang digelung rapi. Berbanding terbalik dengan tahun lalu, saat itu Presiden Jokowi mengenakan pakaian adat dari Maluku dengan kain tenun Tanimbar berwarna cokelat gelap, serta hiasan kepala berwarna hitam dan kalung berornamen putih. ANTARA