**Borneonews** Kediri - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), menegaskan pentingnya kolaborasi antar pemangku kebijakan untuk mempercepat pelaksanaan Program Kota Pintar atau *Smart City*. Kepala Diskominfo Kota Kediri, Apip Permana, menyatakan bahwa program ini bertujuan memberikan manfaat kepada masyarakat melalui cara yang lebih efisien, hemat biaya, mudah, dan cepat dengan memanfaatkan Teknologi Informasi (TI).
Menurut Apip, meskipun *smart city* sering dianggap identik dengan TI, penting untuk dipahami bahwa TI adalah alat pendukung, bukan substansi dari kota pintar itu sendiri. Ia menjelaskan, Bukan berarti *smart city*, TI yang ditonjolkan. TI hanya sebagai sarana pendukung bukan dari substansi kota pintar. Namun masyarakat saat ini memahami bahwa definisi *smart city* identik dengan TI.
Apip juga mengungkapkan bahwa implementasi *smart city* di Kota Kediri sudah berada dalam kategori baik, namun masih diperlukan peningkatan yang dapat dicapai melalui kolaborasi antara semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pemangku kebijakan. Kolaborasi ini diharapkan dapat membawa program yang berfokus pada manfaat dan kesejahteraan masyarakat. Program *Smart City* menjadi milik bersama yang harus diwujudkan semua elemen, tambahnya.
Pihaknya berharap kolaborasi lintas sektor dalam implementasi *smart city* di Kota Kediri dapat terjaga dengan baik, karena program ini merupakan kepemilikan bersama. Meskipun skornya baik, untuk menjadi kota pintar jalan masih panjang, ungkap Apip.
Pemerintah Kota Kediri juga terlibat dalam rapat koordinasi mengenai pemanfaatan teknologi telekomunikasi dan informasi yang diadakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan Kementerian Kominfo, Dwi Elfrida Martina, menyebutkan bahwa kunci utama dalam penyelenggaraan *smart city* adalah kolaborasi dan kebersamaan dalam menghadapi permasalahan kota melalui upaya inovatif.
Hingga tahun 2024, tercatat ada 251 kabupaten dan kota yang telah memiliki rencana induk untuk pengembangan kota pintar. Ditekankan bahwa kota pintar tidak hanya sekedar soal teknologi, tetapi juga tentang bagaimana semua pihak di kota dapat bersama-sama mengembangkan solusi inovatif untuk mengatasi berbagai masalah yang ada, menuju kemajuan dan kesejahteraan kota. Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) berperan penting dalam mendukung program ini.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Diskominfo telah menyiapkan terobosan dalam penyediaan infrastruktur dan adopsi teknologi. Ini termasuk menghidupkan kembali pemanfaatan kabel fiber optik yang telah terpasang serta membangun ekosistem digital yang kondusif di Kota Kediri.
ANTARA
Kolaborasi Penting Dalam Percepatan Program Kota Pintar Kediri
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Gol Menit Akhir Dianulir VAR, Juventus Ditahan Rennes 2-2
Kompleks Pasar Tumbang Sanamang Katingan Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Miliaran Rupiah
Kalteng Perlu Waspada Kekeringan hingga Awal 2027, BNPB Siapkan Mitigasi El Nino
Kabut Asap, Kecelakaan Menewaskan Dua Pengendara di Sudirman Km 9 Sampit
Menteri UMKM: Ojol Bisa Akses KUR untuk Beli Motor dan Modal Usaha
Akademisi Soroti Kemarau Panjang dan Lahan Gambut dalam Karhutla Kalteng
Komentar (0)
Memuat komentar…







