PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemprov Kalimantan Tengah menerapkan teknologi smart farming dan greenhouse. Tujuannya sebagai peluang ekonomi keberlanjutan dengan potensi peningkatan produktivitas tanaman yang berujung pada hasil yang lebih tinggi. 

Dengan adanya teknologi ini, petani dapat memanfaatkan greenhouse untuk diversifikasi produk. Khususnya tanaman hortikultura bernilai ekonomi tinggi, seperti sayuran organik dan buah-buahan.

Hal itu diutarakan Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah (TPHP Provinsi Kalteng) Hj. Sunarti, tanaman yang tumbuh di teknologi smart farming dan greenhouse, terkontrol dengan baik dapat memiliki kualitas lebih tinggi, membuka peluang untuk masuk ke pasar lokal dan ekspor.

"Pada tahun 2024 ini, Dinas TPHP Provinsi Kalimantan Tengah melakukan kerja sama dengan Organisasi Riset Energi dan Manufaktur – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kerja sama dengan skema kontrak swakelola tipe II untuk program Kolaborasi Riset Sustainable Smart Greenhouse (Smart Farming System) Komoditas Hortikultura," ucapnya saat kunjungan Wakil Kepala BRIN ke Kalteng, berlokasi di Km 38 Palangka Raya, Jumat, 16 Agustus 2024.

Untuk menyukseskan teknologi tersebut pihaknya juga melaksanakan bimbingan teknis kepada Kelompok Tani Hortikultura dan Pendampingan Penerapan Teknologi Budidaya melalui Smart Farming pada pembangunan Smart Greenhouse.

--page

"Waktu pelaksanaan kontrak kerja sama dilaksanakan mulai tanggal 12 Agustus sampai dengan akhir bulan November tahun 2024," tandasnya. (MARINI/j)