MATARAM –
**Borneonews**, Mataram - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) di Nusa Tenggara Barat (NTB) mengonfirmasi bahwa kebakaran di kawasan hutan kaki Gunung Rinjani, tepatnya di Kalipit, Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, telah berhasil dipadamkan. Kepala TNGR NTB, Yarman, menyampaikan bahwa petugas telah dikerahkan ke lokasi untuk memastikan bahwa titik kebakaran telah padam, dan tim tetap melakukan pemantauan dari Resort Sembalun. Yarman menjelaskan bahwa berdasarkan analisis di lokasi, penyebab kebakaran diduga kuat akibat dampak dari musim kemarau, terutama mengingat lokasi kebakaran yang jauh dari jalur pendakian. Menurutnya, area kebakaran tersebut lebih dekat dengan kebun masyarakat, yang mungkin berkontribusi pada kejadian ini. Kebakaran yang terjadi di kawasan Resort Sembalun tersebut merupakan kebakaran permukaan yang mengakibatkan vegetasi seperti semak, perdu, rumput, dedaunan kering, pohon bakbakkah, cemara gunung, saropan, dan jenis tanaman Acacia decurrens terbakar. Luas area yang terbakar mencapai sekitar 6,4 hektar. Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga telah menginformasikan bahwa saat ini wilayah Nusa Tenggara Barat masih memasuki puncak musim kemarau. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan kekeringan yang semakin meluas di provinsi tersebut. Prakirawan BMKG NTB, I Gede Widi Hariarta, menyatakan bahwa potensi hujan pada dasarian II bulan Agustus 2024 (12 hingga 20 Agustus 2024) diprediksi sangat rendah dengan intensitas hujan ringan hingga sedang kurang dari 20 mm/dasarian. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa peluang terjadinya hujan di seluruh wilayah NTB hanya sebesar kurang dari 10 persen. Berdasarkan monitoring serta analisis curah hujan, terindikasi adanya kekeringan meteorologis akibat hari-hari kering yang berturut-turut. Indikator tersebut menunjukkan adanya potensi waspada, siaga, dan awas terhadap kekeringan di beberapa daerah. Dari hasil pemantauan, level waspada dinyatakan nihil, namun level siaga berlaku di Kabupaten Bima, sementara level awas ditetapkan untuk Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Bima. Penilaian ini menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap kondisi cuaca yang sedang terjadi saat ini. ANTARA