PALU –
**Borneonews, Poso** - Polisi yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Madago Raya Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah bersama dengan eks narapidana terorisme (napiter) melaksanakan kegiatan membentangkan bendera Merah Putih di Gunung Biru, Kabupaten Poso. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia. Kombes Pol Boy F S Samola selaku Komandan Operasi (Kapos) Madago Raya menjelaskan bahwa bendera yang dibentangkan memiliki ukuran 15x20 meter. Kegiatan ini merupakan bentuk ekspresi kecintaan masyarakat terhadap bangsa dan negara. "Kami juga dibantu oleh Bhayangkara Tadulako Offroad (BTOF) dalam membentangkan bendera ini," ungkap Boy setelah kegiatan pembentangan bendera di Poso. Lebih jauh, pihaknya juga mengadakan pembagian bantuan berupa paket sembako serta 3.500 bibit pohon. Dalam kegiatan ini, sejumlah dana juga disalurkan kepada 62 eks napiter yang turut berpartisipasi. Selain itu, sebanyak 100 bendera Merah Putih juga dibagikan kepada eks napiter untuk dipasang di depan rumah mereka. Pembentangan bendera dan pembagian bantuan tersebut bagian dari upaya pembinaan dan kerja sama antara Polda Sulawesi Tengah dengan mantan pelaku kejahatan terorisme. Boy menegaskan, "Mereka tetap diperhatikan, dan yang paling penting adalah pembentangan bendera Merah Putih menunjukkan bahwa Poso adalah daerah yang aman dan kondusif." Saat ini, sekitar 200 orang eks napiter terdata berasal dari Kabupaten Poso, Tojo Una-Una, Morowali Utara, Sigi, dan Kota Palu. Salah seorang eks napiter bernama Indra, berusia 32 tahun, warga Desa Kasiguncu, Kabupaten Poso, menyatakan bahwa pengibaran bendera Merah Putih melambangkan kecintaan masyarakat Poso terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Kami ikut memperingati kemerdekaan Indonesia, dan kegiatan yang kami laksanakan bersama aparat kepolisian mencerminkan kesatuan serta persatuan kami untuk negara," ujar Indra. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara eks napiter, masyarakat, dan pihak kepolisian demi mewujudkan situasi yang aman dan damai di wilayah Poso. ANTARA