**Borneonews**, Gorontalo - Mahasiswa baru Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengenakan sarung batik, yang dalam bahasa lokal disebut *bate*, dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Fakultas Sastra dan Budaya (FSB).
Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FSB, Herson Kadir, menyampaikan bahwa pemakaian kain *bate* bertujuan untuk mengenalkan kepada mahasiswa bahwa FSB lebih mengedepankan dan melestarikan budaya. Herson menjelaskan, "Kita ketahui bahwa kain *bate* ini merupakan salah satu kain yang bernuansa budaya, yang lekat dengan masyarakat Gorontalo."
Mahasiswa baru mengenakan *bate* dengan cara dililit di bagian pinggang, baik bagi perempuan maupun laki-laki. Hal ini menjadi salah satu penanda bahwa mereka adalah mahasiswa baru FSB. Kegiatan PKKMB diharapkan menjadi awal bagi mahasiswa baru dalam menanamkan nilai-nilai kebudayaan pada diri mereka. Dengan cara ini, saat perkuliahan dimulai, mereka sudah memahami bahwa *bate* adalah bagian dari kebudayaan yang harus dijunjung tinggi.
Pihak fakultas sangat mengapresiasi penggunaan pakaian ini, karena dianggap menjadi ciri khas dan identitas FSB saat mengikuti PKKMB di tingkat jurusan. Ketua Senat Mahasiswa FSB, Andi Runia, menambahkan bahwa konsep atribut ini sengaja dirancang untuk memberikan nuansa berbeda bagi mahasiswa baru FSB. "Kain *bate* melambangkan kebudayaan dan ornamen ungu menjadi lambang sastra yang mencerminkan Fakultas Sastra dan Budaya," ujarnya.
Dengan demikian, upaya ini bertujuan tidak hanya untuk memperkenalkan identitas budaya tetapi juga untuk membangun rasa cinta dan penghargaan terhadap kebudayaan lokal di kalangan mahasiswa baru UNG.
ANTARA
Mahasiswa Baru FSB UNG Kenakan Sarung Batik dalam PKKMB
Bagikan:

GORONTALO –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Puncak BIK 2026 di Kobar, Pemkab Dorong Akses Keuangan Menjangkau UMKM hingga Desa
Komentar (0)
Memuat komentar…







