BORNEONEWS, Sampit - Memasuki H-15 jelang Idul Fitri 1437 Hijriyah, aktifitas di Pelabuhan Sampit masih tergolong normal, belum ada lonjakan penumpang yang signifikan.

“Aktivitas pelabuhan dalam beberapa hari terakhir masih normal,” kata Kepala Kantor Kepelabuhan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sampit Benny Noviandinuddin, Selasa (21/6/2016).

Kendati demikian, berbagai fasilitas telah disiapkan untuk menyambut lonjakan pemudik yang diperkirakan akan meningkat pada H-7 lebaran. Seperti tenda-tenda yang didirikan PT Pelindo III bekerjasama dengan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kotim, baik di luar terminal pelabuhan maupun areal dalam menuju kapal.

Sedangkan truk-truk angkutan barang yang memenuhi pelabuhan, Benny mengatakan aktivitas tersebut juga masih tergolong biasa dan wajar. Sebab, di hari-hari biasa tergolong ramai dipadati truk angkutan bongkar muat barang.

Pantauan media ini, Selasa (21/6/2016), jumlah penumpang mudik di Pelabuhan Sampit hanya sekitar 800 orang penumpang. Rinciannya, KM Egon milik PT Pelni dari Sampit-Semarang berangkat sekitar pukul 07.00 Wib mengangkut 300 an penumpang, dan KM Kirana III milik PT DLU dari Sampit-Surabaya mengangkut 500 an penumpang.

“KM Egon merupakan kapal jenis roll on roll of (Roro) dengan kapasitas 500 penumpang. Kapal ini merupakan tambahan yang dioperasikan PT Pelni untuk melayani rute Kalimantan-Pulau Jawa,” jelas Kepala Cabang PT Pelni Sampit Lamson Ompunsunggu.

Menurut dia, PT Pelni melakukan perubahan rute atau rerouting KM Egon. Kapal jenis Roro ini dialihkan rutenya dari semula Surabaya-Lembar-Waingapu-Ende-Lembar-Surabaya ke rute Surabaya-Kumai-Semarang-Sampit-Semarang-Banjarmasin. Hal ini agar tidak terjadinya lonjakan penumpang pada saat mudik lebaran di jalur tersebut.

Sementara itu, makin banyak warga yang mudik melalui Pelabuhan Sampit, membawa serta kendaraan pribadi mereka, baik kendaraan roda dua maupun empat.

"Saya akan mudik membawa sepeda motor karena praktis dan murah. Setelah turun di pelabuhan, bisa langsung melanjutkan perjalanan ke kampung halaman. Tidak perlu repot mencari angkutan lagi dan lebih murah,” kata Timin, salah seorang penumpang KM Kirana III tujuan Surabaya.

Manajer PT DLU Cabang Sampit Hendrik Sugiharto, mengatakan saat ini penumpang yang membawa serta kendaraan pribadi, mulai meningkat. Seperti tahun-tahun sebelumnya, penumpang yang membawa kendaraan saat Ramadan umumnya pemudik yang ingin berlebaran di kampung halaman mereka. (RIFQI/m)