BENGKULU –
**Borneonews**, Bengkulu – Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Nunuk Suryani, menegaskan bahwa penggunaan Platform Merdeka Mengajar (PMM) tidak akan dihentikan. Ia menjelaskan bahwa platform ini akan tetap dilanjutkan meskipun mungkin akan ada perubahan nama. Menurutnya, perubahan nama merupakan hal yang wajar, tetapi secara esensi, semua program tetap terintegrasi dengan PMM. Nunuk Suryani menjelaskan lebih lanjut bahwa Platform Merdeka Mengajar tidak hanya berfungsi sebagai wadah untuk para guru dalam mengajar dengan menggunakan Kurikulum Merdeka. Platform tersebut juga dimanfaatkan untuk penilaian kinerja guru, di mana sudah terintegrasi dengan e-Kinerja Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Selain itu, Nunuk menambahkan bahwa platform ini juga digunakan oleh para guru yang mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG), baik yang berada dalam jabatan maupun pra-jabatan. Proses pendidikan ini terintegrasi dengan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Ditegaskannya, mencabut PMM dari sistem pendidikan tidak mungkin dilakukan, meskipun ada kemungkinan nama platform akan berubah. Ika Purwanti, seorang guru penggerak yang saat ini menjabat sebagai Kepala Sekolah SD Negeri 101 Kota Bengkulu, juga mengungkapkan dampak positif yang dirasakannya dari keberadaan Platform Merdeka Mengajar. Ia mengakui bahwa platform ini memberikan banyak kemudahan dalam mengelola satuan pendidikan, mulai dari manajemen sekolah hingga penyiapan dan evaluasi implementasi Merdeka Belajar. Ika memberikan contoh konkret manfaat PMM. Setelah mendapatkan wawasan dari platform tersebut, ia kini tidak lagi melihat sumber daya manusia (SDM) sebagai salah satu masalah yang dapat mengganggu pelaksanaan Merdeka Belajar ataupun tata kelola satuan pendidikan. "Platform ini mengubah sudut pandang saya mengenai manusia sebagai aset yang sangat mendukung dunia pendidikan. Kini saya memandang guru-guru di sekolah saya sebagai aset yang berharga," ujarnya. Dengan demikian, keberadaan Platform Merdeka Mengajar diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan di Indonesia. ANTARA