**Borneonews**, Jakarta - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengungkapkan bahwa dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU-APBN) untuk Tahun Anggaran 2025, pendapatan negara direncanakan mencapai Rp2.996,9 triliun. Dalam pidato penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2025 dan Nota Keuangan pada Sidang Paripurna DPR RI Tahun Sidang 2024-2025, Presiden Jokowi menyatakan, "Pendapatan negara pada tahun 2025 dirancang sebesar Rp2.996,9 triliun."
Pendapatan tersebut akan terdiri dari dua komponen utama, yaitu penerimaan perpajakan yang diperkirakan mencapai Rp2.490,9 triliun, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang direncanakan sebesar Rp505,4 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menjaga pertumbuhan pendapatan negara melalui optimalisasi berbagai sumber yang ada.
Dalam pengantar tersebut, Presiden Joko Widodo menekankan bahwa rencana pendapatan negara tersebut dirancang dengan mempertimbangkan beberapa aspek penting. Salah satunya adalah menjaga iklim investasi yang kondusif, kelestarian lingkungan, serta memastikan keterjangkauan layanan publik bagi masyarakat. Ini menunjukkan bahwa selain fokus pada angka pendapatan, pemerintah juga mengedepankan prinsip keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat.
Lebih lanjut, Presiden menjelaskan bahwa dalam upaya mencapai target pendapatan negara yang sudah ditetapkan, pemerintah akan melanjutkan reformasi perpajakan. Langkah-langkah yang akan diambil meliputi perluasan basis pajak, peningkatan kepatuhan wajib pajak, perbaikan tata kelola dan administrasi perpajakan, serta pemberian insentif perpajakan yang terarah dan terukur. Proses ini bertujuan untuk menciptakan sistem perpajakan yang lebih adil dan efisien.
Untuk meningkatkan PNBP, Presiden menyebutkan bahwa pemerintah akan terus mengadopsi teknologi dalam perencanaan dan pelaporan. Selain itu, ada juga fokus pada penguatan tata kelola dan pengawasan, optimalisasi pengelolaan aset negara dan sumber daya alam, serta mendorong investasi yang dapat memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan negara.
Sidang Tahunan 2024 diselenggarakan dengan tema "Nusantara Baru, Indonesia Maju". Agenda tersebut mencakup Sidang Tahunan MPR RI, Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, serta Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2024-2025. Dalam rangkaian acara ini, Presiden Joko Widodo juga akan menyampaikan laporan kinerja lembaga-lembaga negara sekaligus pidato kenegaraan dalam rangka peringatan HUT Ke-79 RI.
Selanjutnya, dalam Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2024-2025, Presiden Jokowi akan memberikan pidato sebagai Pengantar/Keterangan Pemerintah terkait Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk Tahun Anggaran 2025, beserta Nota Keuangan yang menyertainya. Dengan demikian, acara ini memiliki makna penting dalam menciptakan transparansi dan akuntabilitas anggaran di hadapan publik.
ANTARA
Pendapatan Negara 2025 Dirancang Capai Rp2.996,9 Triliun
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Jadwal Super League: Persib Hadapi Garudayaksa, Derbi Suramadu Warnai Pekan Ketujuh
Pria di Sampit Dilaporkan ke Polres Kotim atas Kasus Asusila terhadap Anak 8 Tahun
Penerbangan di Kalteng Terdampak Karhutla, Kemenhub Minta Penumpang Rutin Cek Jadwal
Kalteng Prioritas Penanganan Karhutla, BNPB: Bantuan Luar Negeri untuk Teknologi Pemadaman
Komentar (0)
Memuat komentar…







