JAKARTA –
**Borneonews, Jakarta** - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) telah menyampaikan pidato terkait Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 beserta Nota Keuangannya. Pidato ini disampaikan pada Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung MPR/DPR/DPD di Jakarta. Dalam pidato yang dibaca di hadapan para anggota DPR, presiden membuka dengan ucapan, _"Bismillahirrahmanirrahim, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,"_ kemudian diikuti dengan sapaan selamat siang dan harapan agar semua dalam keadaan sejahtera. Presiden Jokowi menghargai kehadiran para pejabat negara, mulai dari Wakil Presiden K.H. Ma'ruf Amin hingga para pemimpin lembaga negara. Selanjutnya, ia mengungkapkan rasa syukurnya atas kemampuan bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan dalam satu dekade terakhir. Tantangan tersebut meliputi pandemi Covid-19, gejolak geopolitik global, perang dagang, krisis, dan perubahan iklim. Dia mencatat, meskipun dilanda banyak tantangan, kondisi politik dan ekonomi Indonesia tetap stabil dan mampu tumbuh berkelanjutan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat stabil di kisaran 5,0%, dengan angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan global yang hanya mencapai 3,4%. Selama periode 2015 hingga 2024, terdapat penambahan 21,3 juta tenaga kerja baru. Rasio utang Indonesia juga tergolong rendah, jika dibandingkan dengan negara-negara G20 dan ASEAN. Selain itu, nilai ekspor Indonesia meningkat lebih dari 70%, mencapai 250 miliar dolar AS pada tahun 2023, dengan neraca transaksi berjalan yang semakin menguat dan neraca dagang mencatat surplus selama 51 bulan terakhir. Indikator kesejahteraan masyarakat juga menunjukkan tren positif. Pada tahun 2024, tingkat pengangguran turun menjadi 4,8%, sedangkan tingkat kemiskinan menurun tajam menjadi 9,03%. Angka kemiskinan ekstrem juga mengalami penurunan signifikan, yakni hanya 0,83% pada tahun yang sama. Berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, Presiden menyebutkan berbagai proyek yang bersifat _Indonesiasentris_, seperti jalan tol, bendungan, irigasi, pelabuhan, bandara, dan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Di sisi lain, pemerintah terus berupaya membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing melalui reformasi pendidikan, transformasi sistem kesehatan, serta penguatan jaring pengaman sosial. Dalam konteks pendidikan, pemerintah memberikan bantuan pendidikan kepada masyarakat miskin dan rentan. Program Indonesia Pintar mencakup pendidikan sekitar 20 juta siswa setiap tahun, sedangkan Program KIP Kuliah dan Bidik Misi menjangkau 1,5 juta mahasiswa. Di sisi lain, program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mendukung sekitar 45 ribu mahasiswa. Upaya dalam meningkatkan sektor kesehatan juga menunjukkan hasil yang baik. Angka kematian bayi berhasil ditekan dari 27 per seribu kelahiran menjadi 17 per seribu kelahiran di tahun 2023. Selain itu, prevalensi stunting menunjukkan penurunan dari 37% menjadi 21,5% pada tahun yang sama. Jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) juga mengalami peningkatan dari 133 juta menjadi 273 juta pada tahun 2024, di mana separuhnya merupakan Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari pemerintah. Presiden juga menekankan bahwa ke depan, peran APBN akan sangat penting untuk memperkokoh kemajuan dan membawa Indonesia keluar dari _middle-income trap_. Dalam hal ini, RAPBN 2025 disusun berdasarkan beberapa asumsi. Inflasi diproyeksikan akan dijaga pada kisaran 2,5% dengan pertumbuhan ekonomi yang diharapkan sebesar 5,2%. Strategi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi adalah dengan memperkuat daya beli masyarakat, pengendalian inflasi, dan penciptaan lapangan kerja. Nilai tukar rupiah diperkirakan akan berada di sekitar Rp16.100 per dolar AS, dengan suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun diperkirakan sebesar 7,1%. Harga minyak mentah Indonesia (ICP) diproyeksi berada pada 82 dolar AS per barel, sementara _lifting_ minyak diperkirakan mencapai 600 ribu barel per hari dan gas bumi mencapai 1,005 juta barel setara minyak per hari. Arsitektur APBN 2025 dirancang dengan tujuan menjaga keberlanjutan melalui penguatan program-program unggulan. APBN ini mengedepankan konsep _"Stabilitas, Inklusivitas, dan Keberlanjutan"_ untuk meningkatkan kesejahteraan serta pemerataan melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Pentingnya reformasi struktural dan kebijakan fiskal yang kredibel juga ditekankan, di mana desain belanja dan pendapatan harus fleksibel untuk mengantisipasi ketidakpastian dan mendukung keberlanjutan pembangunan. Dalam strategi jangka pendek, fokus akan ditempatkan pada percepatan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan untuk meningkatkan gizi anak dan memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Untuk strategi jangka menengah, pemerintah akan berupaya mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif dengan menciptakan SDM yang unggul, meningkatkan hilirisasi ekonomi, dan pembangunan infrastruktur yang mendukung transformasi ekonomi. Anggaran RAPBN 2025 yang direncanakan sebesar Rp3.613,1 triliun meliputi belanja pemerintah pusat sebanyak Rp2.693,2 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp919,9 triliun. Anggaran pendidikan dialokasikan sebesar Rp722,6 triliun dan anggaran perlindungan sosial direncanakan sebesar Rp504,7 triliun, sementara anggaran kesehatan dianggarkan sebesar Rp197,8 triliun. Dengan gambaran yang jelas mengenai rencana pendapatan negara yang diharapkan mencapai Rp2.996,9 triliun untuk tahun 2025, pemerintah berharap dapat melanjutkan upaya peningkatan pelaksanaan program-program yang berdampak positif bagi masyarakat. Kerjasama dengan berbagai pihak akan menjadi kunci dalam mencapai perbaikan berkelanjutan dan mewujudkan cita-cita bangsa. Presiden menutup pidato dengan harapan agar pembahasan RAPBN 2025 dapat berlangsung secara konstruktif untuk mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur. Besar harapan agar setiap upaya dapat dilakukan demi kesejahteraan rakyat dan kemajuan negara, dalam naungan ridho dan rahmat Allah SWT. _Pada akhirnya, dirgahayu Indonesia dan Pancasila! Merdeka!_ ANTARA