**Borneonews**, Jakarta - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Bambang Soesatyo, atau yang akrab disapa Bamsoet, mengemukakan pentingnya Indonesia untuk mengembangkan strategi besar dalam menciptakan kedaulatan pangan. Hal ini diperlukan untuk menghindari risiko krisis pangan di masa depan. Menurut Bamsoet, ketahanan pangan tidak hanya mengandalkan impor bahan pangan dari luar negeri, melainkan harus berfokus pada penumbuhan potensi lokal.
Bamsoet menegaskan bahwa seiring dengan peningkatan populasi penduduk dunia, termasuk di Indonesia, kebutuhan akan bahan pangan juga meningkat. Dalam konteks ini, sektor pertanian yang seharusnya menjadi penopang ketahanan pangan menghadapi sejumlah tantangan yang cukup signifikan. Tekanan yang dihadapi pertanian, seperti semakin sempitnya lahan yang tersedia, stagnasi dalam produksi, meningkatnya frekuensi hama serta penyakit tanaman, besarnya biaya produksi, dan ancaman perubahan iklim, menjadi isu yang perlu segera ditangani.
Di bidang energi, Indonesia juga telah berkomitmen untuk secara bertahap mengurangi emisi gas rumah kaca. Komitmen ini diimplementasikan dengan cara mengurangi porsi penggunaan energi fosil dan beralih ke energi baru serta terbarukan. Bamsoet berpendapat bahwa transisi energi adalah pekerjaan besar yang memerlukan investasi yang signifikan dan tidak dapat diselesaikan dalam jangka waktu yang singkat, melainkan dapat berlangsung selama 3 hingga 5 tahun atau bahkan lebih.
Lebih lanjut, Ketua MPR menjelaskan mengenai strategi hilirisasi industri yang telah menunjukkan hasil positif, terutama dalam sektor pengolahan mineral. Hal ini tercermin dari peningkatan nilai investasi yang cukup pesat. Ia mencatat bahwa nilai ekspor nikel Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat tinggi, yang menjadikan negara ini sebagai penghasil nikel terbesar nomor satu di dunia.
Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2024 mengusung tema *Nusantara Baru, Indonesia Maju*. Sidang ini mencakup Sidang Tahunan MPR RI, Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, serta Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2024-2025. Pada kesempatan tersebut, Presiden RI Joko Widodo menyampaikan laporan kinerja lembaga-lembaga negara serta pidato kenegaraan dalam rangka memperingati HUT Ke-79 RI. Dalam Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR, Presiden Jokowi juga memberikan pidato yang berisi Pengantar/Keterangan Pemerintah mengenai Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 beserta nota keuangannya.
ANTARA
Strategi Kedaulatan Pangan untuk Cegah Krisis di Indonesia
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Komentar (0)
Memuat komentar…







