JAMBI –
**Borneonews**, Jambi - Pertamina Patra Niaga Sumbagsel telah berkomitmen untuk membantu pengelolaan sampah organik di Kota Jambi melalui inisiatif Program Apartemen Maggot 21. Program ini bertujuan untuk mengurangi tumpukan sampah yang ada serta meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Tjahyo Nikho Indrawan, selaku Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, mengungkapkan bahwa program ini merupakan bagian dari usaha Pertamina dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 8, yang berfokus pada pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta tujuan nomor 12 terkait konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Keterlibatan masyarakat sangat penting dalam menghadirkan program-program inovatif yang bermanfaat bagi komunitas dan lingkungan. Lebih lanjut, Tjahyo berharap bahwa program ini dapat menjadi inisiator yang baik dan dapat diterapkan di lokasi lain. Dengan demikian, pengelolaan sampah organik dapat dilakukan secara lebih masif dan memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat. Di Kelurahan Bakung Jaya, Kota Jambi, pengelolaan sampah organik difokuskan pada budi daya Black Soldier Fly (BSF) untuk meminimalisir tumpukan sampah. Proses ini mencakup pemisahan dan pengolahan sampah menjadi pakan maggot, yang kemudian diproses menjadi produk turunan bernilai ekonomis. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemilahan sampah dari sumbernya. Sebagai dukungan konkret, Pertamina telah menyediakan fasilitas bangunan dan sarana pendukung untuk budi daya dan produksi maggot BSF dengan nilai mencapai Rp120 juta. Dengan adanya Apartemen Maggot 21, sekitar 900 kg sampah organik dapat dikelola setiap bulannya menjadi pakan maggot. Wahyu, Ketua Kelompok program Apartemen Maggot 21, menjelaskan bahwa program ini mampu memproduksi 300 kg maggot setiap bulan. Konsekuensinya, produk turunan yang dihasilkan, seperti pakan ternak, unggas, dan perikanan, dapat mencapai 400 kg per bulan. Hal ini berpotensi meningkatkan pendapatan anggota kelompok hingga Rp3,2 juta per bulan. Wahyu juga berharap program ini dapat menjadi contoh edukasi mengenai konsep *zero waste* dan memicu gerakan pengelolaan sampah di Kota Jambi. Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan Kota Jambi dapat menjadi lebih bersih dan masyarakat dapat lebih memahami pentingnya kelestarian lingkungan. ANTARA