**Borneonews**, Padang - Direktur Kerja Sama dan Hilirisasi Riset Universitas Andalas (Unand), yang terletak di Sumatera Barat, Muhammad Makky, mengungkapkan bahwa Kerja Sama Dunia Usaha dan Kreasi Reka Kampus Merdeka atau yang dikenal dengan Kedaireka, berperan penting dalam menjembatani akademisi dengan perkembangan sektor industri di Indonesia.
Makky menjelaskan bahwa keberadaan Kedaireka merupakan langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan inovasi yang berkelanjutan, relevan, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat. Unand telah menyosialisasikan program Kedaireka serta dana padanan bagi perguruan tinggi di kampus tersebut. Inisiatif ini merupakan langkah krusial dalam memberikan pemahaman kepada para insan perguruan tinggi terkait peluang dan manfaat yang dapat diraih melalui program ini.
Ekosistem Kedaireka memberikan kesempatan bagi dosen dan tenaga kependidikan di setiap universitas untuk mengkomersialkan serta melakukan hilirisasi terhadap teknologi dan produk lainnya yang telah mereka kembangkan. Muhammad Makky juga mencatat bahwa Universitas Andalas telah berhasil mendapatkan paten dan paten sederhana terbanyak di Indonesia secara berturut-turut.
Dalam rangka implementasi Kedaireka, beberapa kegiatan telah dilakukan oleh perguruan tinggi tertua di luar Pulau Jawa ini. Salah satu contohnya adalah komersialisasi bahan baku katekin tinta untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, yang berhasil dicapai melalui kolaborasi dengan dunia industri.
Makky menekankan bahwa pengolahan bahan baku gambir menjadi tinta pemilu memberikan dampak positif langsung bagi kesejahteraan petani gambir di Ranah Minang, terutama di Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Pesisir Selatan. Para petani gambir dilaporkan mendapatkan kenaikan harga hingga Rp75.000 per kilogram.
Dari sisi alat kesehatan, pihaknya juga mencatat ada 21 alat kesehatan dalam bentuk *rapid test* PCR yang telah tampil dalam katalog elektronik. Dia mengajak seluruh perguruan tinggi di Tanah Air untuk mengomersialkan teknologi yang mungkin saat ini masih dalam tahap publikasi, tetapi berpotensi untuk meningkatkan *income generating* bagi universitas dan dosen.
Ini akan menjadi motivasi yang baik bagi peneliti dan tenaga kependidikan perguruan tinggi se-Sumatera, khususnya Sumatera Barat, sehingga mereka bisa berkontribusi langsung untuk kesejahteraan universitas dan peneliti, tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur PMO Ekosistem Kedaireka, Matrissya Hermita, menambahkan bahwa Program Reka Talks dapat menginspirasi akademisi untuk berkolaborasi dan berinovasi melalui platform Kedaireka demi kemajuan industri dalam negeri.
Kami berharap Kedaireka dapat mendorong lahirnya kolaborasi inovatif yang lebih besar antara dunia akademis dan industri serta memberikan dampak positif bagi masyarakat, ungkapnya.
ANTARA
Kedaireka, Jembatan Inovasi Akademisi dan Industri di Indonesia
Bagikan:

PADANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Komentar (0)
Memuat komentar…







