BORNEONEWS, Sampit - Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur mendesak Dinas Pertanian Peternakan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (DP3KP) untuk melakukan penambahan tenaga penyuluh pertanian. Dari 185 desa baru 103 yang ada petugas penyuluh pertaniannya. Padahal idealnya satu desa ditangani oleh satu penyuluh.

“Seharusnya satu desa itu ditangani oleh satu penyuluh pertanian, bukan malah satu penyuluh menangani dua hingga tiga desa. Sehingga penyuluhannya kurang maksimal dan tidak mungkin bisa mencover semuanya,” kata Anggota Komisi II DPRD Kotim Otjim Supriatna, Selasa (21/6/2016).

Menurutnya, DP3KP Kotim harus segera melakukan koordiansi dengan Kementrian Pertanian untuk melakukan penambahan tenaga penyuluh, sehingga bisa dianggarkan dalam APBN. Sebab, kekurangan penyuluh pertanian di daerah ini bisa berakibat pada banyaknya petani yang mengalami gagal panen.

“Di daerah kita pertanian masih banyak yang mengandalkan air hujan atau sawah tadah hujan. Karena kurangnya penyuluh, banyak petani yang tidak mengetahui masa tanam padi,” ujar dia.

Otjim menyarankan target bidang pertanian dengan capaiannya swasembada beras, harus ditunjang dengan menambah tenaga penyuluh. DP3KP bisa memprogramkan satu desa satu penyuluh, agar pembangunan di sektor pertanian dapat tercapai.

“Kami menyarankan program satu desa satu penyuluh dapat direalisasikan. Setidak-tidaknya desa-desa yang memiliki potensi pertanian harus ada penyuluhnya,” cetus dia.

Anggota komisi III DPRD Kotim lainnya Roy Lumban Gaol, menambahkan selain kurangnya tenaga penyuluh, fasilitas yang diterima pun terbilang kurang. Para penyuluh seharusnya juga disediakan fasilitas transportasi karena jarak tempuh untuk desa yang dipegang cukup jauh.

“Bagaimana mau efektif kinerja mereka jika untuk fasilitas saja harus mereka sendiri yang menyediakan. Sedangkan kenyataannya penyuluh pertanian tidak hanya menangani satu desa,” kata dia.

Dia mendesak DP3KP Kotim selain menambah jumlah tenaga penyuluh pertanian juga memfasilitasinya sesuai kebutuhan.

“Beberapa wilayah di Kotim merupakan sentra pertanian, seharusnya lebih diperhatikan. Diadakan penyuluh untuk membimbing petani agar meningkatkan produksinya,” ucap dia. (RIFQI/m)