BANDUNG –
**Borneonews**, Kota Bandung - Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kota Bandung sedang mengembangkan potensi pangan baru dengan memperkenalkan budidaya tanaman sorgum. Inisiatif ini merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan ketahanan pangan di tengah ancaman yang disebabkan oleh fenomena El Nino. Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, menyatakan bahwa pengembangan tanaman sorgum ini merupakan upaya baru yang diambil Kota Bandung. Ia menekankan bahwa menghadapi krisis pangan dan energi di masa depan menjadi hal yang penting. Dengan adanya tanaman sorgum, diharapkan dapat memberikan solusi terhadap tantangan tersebut. Sebagai langkah awal dalam pengembangan, DKPP telah menyediakan lahan seluas 1,5 hektare di Kecamatan Ujungberung. Ke depan, pihaknya berencana untuk memperluas area budidaya sorgum ke berbagai kecamatan lainnya. Hal ini dilakukan sebagai alternatif sumber pangan yang dapat melengkapi kebutuhan selain beras dan jagung. Menurut Gin Gin, Pemkot Bandung memiliki potensi lahan yang cukup, terutama pada lahan-lahan kering yang selama ini kurang dimanfaatkan. Ia berharap bisa memaksimalkan penggunaan lahan-lahan ini untuk budidaya sorgum. Sorgum dipilih sebagai tanaman alternatif karena ketahanannya terhadap kondisi kering dan nilai gizi yang tinggi. Tanaman ini mampu tumbuh dengan baik meskipun di lahan yang minim air, menjadikannya pilihan yang tepat di tengah perubahan iklim yang terjadi. Salah satu keuntungan dari sorgum adalah hampir semua bagian tanaman, mulai dari biji hingga akar, dapat dimanfaatkan. Oleh karena itu, sorgum tidak hanya dapat diproduksi sebagai sumber pangan, tetapi juga bisa digunakan untuk pakan ternak, gula, dan pupuk. Selain itu, Gin Gin menambahkan bahwa biaya produksi sorgum tergolong rendah jika dibandingkan dengan padi dan jagung. Keunggulan lainnya adalah sorgum dapat dipanen hingga tiga kali dari satu kali penanaman. Hal ini menjadikan sorgum sebagai solusi untuk memanfaatkan lahan yang tidak produktif, seperti lahan kering, dengan lebih optimal. ANTARA