JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) tahun 2025 berfokus pada optimalisasi pendapatan, memastikan pengeluaran yang berkualitas, serta mendorong inovasi dalam pembiayaan. Pernyataan ini disampaikan dalam rapat pleno Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk periode sidang 2024–2025 yang diadakan di Komplek Parlemen, Jakarta, pada hari Jumat. Jokowi juga mencatat bahwa rasio pajak akan dioptimalkan untuk meningkatkan ruang fiskal, sambil tetap mempertahankan iklim investasi yang kondusif, mendukung keberlanjutan bisnis, serta melindungi daya beli masyarakat. Dalam pidatonya mengenai RAPBN untuk tahun anggaran 2025 dan catatan keuangan, ia menegaskan pentingnya pengelolaan pengeluaran yang efisien dan produktif. Hal ini bertujuan agar pengeluaran pemerintah tidak hanya mendukung program prioritas, tetapi juga dapat menciptakan efek berantai yang positif bagi perekonomian. Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa RAPBN 2025 menekankan pada inovasi pembiayaan yang fleksibel dan hati-hati. Inovasi ini akan dikembangkan melalui kemitraan publik-swasta, memperkuat peran otoritas investasi, serta mendorong pendalaman pasar keuangan. Sebagai dukungan untuk rencana ini, RAPBN 2025 mengalokasikan pengeluaran negara sebesar Rp3.613,1 triliun (sekitar US$229,91 miliar). Alokasi tersebut mencakup Rp2.693,2 triliun (sekitar US$171,53 miliar) untuk pengeluaran pemerintah pusat dan Rp919,9 triliun (sekitar US$58,56 miliar) untuk transfer ke daerah. ANTARA