MEDAN –
**Borneonews**, Medan - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi terjadinya bencana hidrometeorologis sebagai dampak dari hujan dengan intensitas lebat yang diperkirakan akan terjadi di sebagian wilayah Sumatera Utara. BMKG menyatakan, "Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah pegunungan, lereng barat, dan Pantai Barat Sumatera Utara yang dapat berpotensi menyebabkan banjir, longsor, serta bencana hidrometeorologis lainnya," ujar Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Tri Anggun Lestari. Pernyataan ini disampaikan pada hari Jumat. Secara umum, cuaca di Sumatera Utara pada hari Sabtu pagi (17/8) berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang di beberapa daerah, termasuk Asahan, Deli Serdang, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Langkat, Nias Selatan, Nias Utara, dan Serdang Bedagai. Melanjutkan ke siang dan sore hari, potensi untuk hujan ringan hingga lebat disertai petir akan terjadi di hampir seluruh wilayah Sumatera Utara. Potensi hujan dengan intensitas lebat yang disertai petir diprediksi akan muncul di kawasan Humbang Hasundutan, Langkat, Pakpak Bharat, Tapanuli Tengah, dan sekitarnya. Pada malam hari, diperkirakan terjadi hujan ringan hingga sedang di sebagian besar wilayah Sumatera Utara. Hujan sedang juga akan tampak di wilayah Langkat, Nias, Nias Selatan, dan sekitarnya. Sedangkan di dini hari, diperkirakan akan ada hujan ringan hingga sedang yang akan melanda wilayah Kota Gunungsitoli, Nias, Nias Utara, dan sekitarnya. Dalam hal pemantauan, BMKG menggunakan sensor medis seperti Satelit Tera, Aqua, SNPP, dan NOAA20. Hasil pantauan menunjukkan terdapat lima titik panas yang tersebar di berbagai wilayah di Sumatera Utara. Dari kelima titik panas tersebut, terdeteksi satu titik berada di Tapanuli Tengah, satu di Asahan, dan tiga titik di Labuhanbatu. Oleh karena itu, BMKG mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan mengikuti informasi terkini mengenai cuaca dan potensi bencana. ANTARA