JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pihak-pihak terkait untuk menindaklanjuti penemuan praktik pencatutan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang diduga dilakukan oleh bakal calon gubernur DKI Jakarta yang mencalonkan diri melalui jalur independen. Pernyataan ini disampaikan Puan usai menghadiri Penyampaian Laporan Kinerja Lembaga-Lembaga Negara dan Pidato Kenegaraan dalam rangka memperingati HUT ke-79 RI di Gedung MPR/DPR/DPD RI. Puan menekankan pentingnya klarifikasi dalam kasus ini. "Pihak yang terkait tentu saja harus meluruskan dan kemudian menjelaskan. Kalau memang itu benar ya sampaikan itu salah, tidak boleh dilakukan," ungkapnya. Ia menegaskan bahwa penanganan masalah ini sangat krusial untuk memastikan bahwa Pilkada 2024 berlangsung secara jujur dan adil. Jika dugaan pencatutan NIK terbukti benar, maka Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) diharapkan untuk menuntaskan penyelidikan terkait isu ini. Dalam kesempatan yang sama, Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi menyatakan bahwa KPU memiliki wewenang untuk melakukan pemeriksaan terhadap dugaan pencatutan NIK oleh calon perseorangan dalam Pilkada Jakarta. “Nanti kan KPU bisa periksa,” ujar Menkominfo di kompleks parlemen, Senayan. Ia juga memberikan tanggapan mengenai KPU yang telah meloloskan calon perseorangan untuk maju dalam Pilkada Jakarta, menekankan bahwa selama mengikuti ketentuan perundang-undangan pemilu yang berlaku, proses tersebut adalah sah. Sebelumnya, pada hari Kamis, 15 Agustus, KPU DKI Jakarta mengumumkan bahwa bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dari jalur independen, Dharma Pongrekun dan Kun Wardana Abyoto, telah memenuhi syarat untuk mengikuti Pilkada Jakarta. “Dharma Pongrekun dan Kun Wardana memenuhi syarat sebagai bakal calon pasangan calon gubernur dan wakil gubernur pada pilkada 27 November mendatang,” ujar Ketua KPU DKI Jakarta, Wahyu Dinata, di Kantor KPU DKI Jakarta. Setelah pengumuman tersebut, muncul sejumlah cuitan di media sosial X terkait dugaan pencatutan NIK oleh calon perseorangan dalam Pilkada Jakarta. Salah satu cuitan yang mencolok berasal dari akun @ayamdreampop, yang turut mengangkat isu sensitif ini ke permukaan publik. ANTARA