**Borneonews**, Banjarbaru - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar rapat koordinasi untuk kesiapsiagaan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Rapat ini diadakan sebagai respons terhadap temuan sejumlah titik api di wilayah yang rawan kebakaran.
Kepala BPBD Kalsel, Raden Suria Fadliansyah, mengungkapkan bahwa berdasarkan pemantauan yang dilakukan, pihaknya mendeteksi sebanyak 16 titik api yang tersebar di Kabupaten Banjar dan sekitarnya, serta di Kabupaten Barito Kuala. "Titik api ini masih bisa ditangani oleh satuan tugas (satgas) darat BPBD kabupaten/kota. Namun, kami akan terus memantau secara intensif apakah nantinya poin-poin ini berpotensi untuk menyebar lebih luas lagi," ujarnya.
Rapat koordinasi tersebut dimaksudkan untuk membangun sinergi antara para pemangku kepentingan, baik dari pemerintah maupun swasta, dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang khusus untuk penanggulangan bencana. Mengingat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan imbauan mengenai kedatangan musim kemarau yang diperkirakan mulai terjadi di Kalsel pada akhir Agustus ini, langkah-langkah pencegahan sangat diperlukan.
Menyikapi temuan titik api, tim satgas darat akan melakukan patroli secara rutin. Raden Suria menambahkan bahwa pihaknya masih mempelajari apakah titik-titik api tersebut akan berpotensi menyebar ke lahan kosong yang dimiliki perusahaan. "Sebagaimana kita ketahui, lahan perusahaan cukup luas, dan dampaknya bisa sangat besar jika terjadi kebakaran di tengah cuaca yang ekstrem," ungkapnya.
Suria juga memastikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai kebakaran hutan dan lahan yang mengganggu aktivitas masyarakat, berbeda dengan kejadian karhutla pada tahun 2023 yang menjalar di 13 kabupaten/kota di Kalsel. Dia berharap bahwa satgas karhutla melalui BPBD kabupaten/kota dapat membangun sinergi dengan masyarakat untuk meminimalisir kejadian ini.
"Ketepatan waktu menjadi sangat penting. Meskipun hanya ada beberapa titik yang terlihat, kita harus bergerak cepat agar tidak menimbulkan dampak luas," tegas Suria. Dalam rakor tersebut, BPBD Kalsel juga membahas sejumlah tindak lanjut dan langkah-langkah pencegahan karhutla yang melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, TNI, Polri, serta para pemangku kepentingan lainnya.
ANTARA
Rapat Koordinasi BPBD Kalsel Tanggapi 16 Titik Api Karhutla
Bagikan:

BANJARMASIN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







