**Borneonews**, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, menyampaikan penjelasan terkait penurunan target lifting minyak nasional dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 jika dibandingkan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024.
Dalam pidatonya mengenai RAPBN 2025 yang berlangsung di Jakarta, Presiden Joko Widodo menetapkan target lifting minyak nasional berada di angka 600.000 barel oil per day (BOPD). Selain itu, target lifting gas bumi ditetapkan sebesar 1,005 juta barel setara minyak per hari. Angka tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan target dalam APBN 2024 yang ditetapkan sebesar 625.000 BOPD untuk minyak bumi dan 1,033 juta barrel oil equivalent per day (BOEPD) untuk gas bumi.
Arifin menjelaskan bahwa kondisi terkini menunjukkan adanya penurunan yang signifikan. "Lapangannya kan memang dropnya drastis, ya kan. Lapangannya dropnya drastis," ujarnya saat diwawancarai setelah penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2025 dan Nota Keuangan dalam Sidang Paripurna DPR RI Tahun Sidang 2024-2025 yang diadakan di Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta.
Meski demikian, Arifin menekankan bahwa Kementerian ESDM sedang melakukan upaya perbaikan, salah satunya adalah di Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, yang terletak di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Lapangan ini saat ini sudah mulai berproduksi. "Nah sekarang kan udah mulai kita coba *recover* nih, kan kemarin di Cepu ada tambahan. Mudah-mudahan akhir tahun bisa nguber, tuh," imbuhnya.
Menteri ESDM juga menyampaikan harapannya agar target lifting 1 juta BOPD pada tahun 2030 dapat tercapai. Hal ini diharap dapat direalisasikan berkat keseriusan dari ExxonMobil Cepu Limited, selaku operator proyek tersebut. "Insya Allah. Kan kalau Exxon kerjanya serius, ya," katanya optimis.
Dalam upaya mengejar target lifting 1 juta BOPD pada tahun 2030, Arifin menjelaskan bahwa terobosan berikutnya akan berasal dari proyek Minyak Non Konvensional (MNK) yang berada di Blok Rokan. Ia menambahkan, "Nah kemarin juga sumur apa, sumur yang MNK (Minyak Non Konvensional) itu kan juga waktu lagi di bor kan banjir."
Hingga saat ini, pemerintah masih menunggu hasil studi dari pengeboran sumur MNK yang dilaksanakan oleh anak usaha PT Pertamina (Persero), yaitu PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), bekerjasama dengan mitra asal Amerika Serikat, EOG Resources. Pemerintah berharap hasil ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap pencapaian target-target yang telah ditetapkan.
ANTARA
Target Lifting Minyak Nasional Turun, ESDM Berikan Penjelasan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Salat Jum'at di Masjid Al Hidayah Banjarmasin
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Warga Kasongan Dihebohkan Penemuan Mayat Membusuk di Parit Jalan DI Panjaitan
Topan Champi Ancam Taiwan, Sekolah dan Perkantoran Ditutup di 20 Wilayah
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
Komentar (0)
Memuat komentar…







