BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kalteng, Sunarti mengingatkan potensi hortikultura Kalteng.
Bahkan, jika memang dikelola dengan baik dengan hasil yang berkualitas, tidak menutup kemungkinan produk hortikultura Kalteng dapat menembus pasar internasional.
“Tanaman yang tumbuh di lingkungan yang terkontrol dengan baik dapat memiliki kualitas lebih tinggi, membuka peluang untuk masuk ke pasar lokal dan ekspor," ucap Sunarti saat rangkaian pertemuan dengan BRIN di Palangka Raya, baru baru ini.
Dinas TPHP menyampaikan, untuk mengoptimalkan program Sustainable Smart Greenhouse (Smart Farming System), dinas ini menjalin kerja sama dengan Organisasi Riset Energi dan Manufaktur–BRIN.
Kerja sama tersebut menggunakan skema kontrak swakelola tipe II Smart Farming System Komoditas Hortikultura. Kontrak kerja samanya sudah ditandatangani kedua belah pihak pada tanggal 8 Juli 2024 di Tangerang, Jawa Barat.
Sebagai informasi, kerja sama dengan BRIN ini adalah adanya pembangunan Smart Greenhouse komoditas hortikultura oleh Dinas TPHP Provinsi Kalteng.
--page
Langkah tersebut mendorong perlunya merumuskan strategi manajemen untuk keberlanjutan fungsi Smart Greenhouse berbasis teknologi informasi yang akan dibangun.
Selain itu, perlu pula merumuskan strategi manajemen kinerja sehingga kegiatan pembangunan Smart Greenhouse tersebut bisa dimanfaatkan dengan maksimal dan dikelola secara berkelanjutan, serta menjadi lebih bermanfaat bagi pembangunan pertanian di Kalteng. (HERMAWAN DP/Y)









