BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kalteng, Sunarti menilai kerja sama pihaknya dan BRIN memiliki peran penting untuk memastikan optimalisasi program smart green.
“(Kerja sama) sebagai upaya untuk memastikan Smart Greenhouse yang dibangun dengan anggaran APBD dapat dikelola secara optimal dan berkelanjutan,” kata Sunarti dalam keterangannya di Palangka Raya, baru baru ini.
Ia menilai implementasi teknologi smart farming dan greenhouse memiliki peluang ekonomi dan keberlanjutan, dengan potensi peningkatan produktivitas tanaman yang berujung pada hasil yang lebih tinggi.
Melalui teknologi ini, petani dapat memanfaatkan greenhouse untuk diversifikasi produk. Khususnya tanaman hortikultura bernilai ekonomi tinggi, seperti sayuran organik dan buah-buahan.
“Tanaman yang tumbuh di lingkungan yang terkontrol dengan baik dapat memiliki kualitas lebih tinggi, membuka peluang untuk masuk ke pasar lokal dan ekspor," ucap Sunarti.
--page
Sebagai informasi, BRIN merupakan sebuah lembaga pemerintah di Indonesia yang bertugas mengkoordinasikan dan mengelola riset serta inovasi di berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
BRIN bertujuan untuk meningkatkan kemampuan riset nasional, mendorong inovasi yang berdaya saing, dan memfasilitasi kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan industri.
Lembaga ini mengintegrasikan berbagai lembaga riset yang sebelumnya berdiri sendiri di bawah satu payung, guna memperkuat sinergi dan efisiensi dalam kegiatan penelitian di Indonesia. (HERMAWAN DP/Y)









