JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo menekankan pentingnya Indonesia untuk merumuskan strategi besar dalam mencapai ketahanan pangan guna menghindari potensi krisis pangan di masa depan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Sesi Tahunan 2024 di Komplek Parlemen, Jakarta, pada hari Jumat. Menurut Soesatyo, ketergantungan Indonesia terhadap bahan pangan impor harus segera diakhiri. Ia mencatat bahwa pertumbuhan populasi yang terus-menerus di Indonesia mendorong kebutuhan untuk memastikan pasokan pangan yang cukup. Dengan mengingat hal ini, ia menggarisbawahi pentingnya menjamin keberlangsungan sektor pertanian Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada. Sebagai tulang punggung ketersediaan pangan di negara ini, sektor pertanian saat ini menghadapi sejumlah tantangan, termasuk penyusutan lahan pertanian, stagnasi tingkat produksi, peningkatan frekuensi hama dan penyakit tanaman, melonjaknya biaya produksi, serta dampak perubahan iklim. Soesatyo mengingatkan bahwa sektor ini memerlukan perhatian dan dukungan yang lebih besar agar bisa berisi secara mandiri. Dalam kesempatan tersebut, Soesatyo juga menyoroti sektor energi, menyatakan komitmen Indonesia untuk secara bertahap mengurangi emisi gas rumah kaca dengan mengurangi penggunaan energi berbasis fosil dan beralih ke pemanfaatan energi baru dan terbarukan. Menurutnya, transisi energi merupakan sebuah inisiatif besar yang memerlukan investasi yang signifikan dan dapat memakan waktu lebih dari lima tahun untuk dicapai secara penuh. Selanjutnya, Soesatyo menekankan dorongan pemerintah untuk hilirisasi industri, yang telah secara signifikan meningkatkan nilai industri pengolahan mineral Indonesia. Ia juga menjelaskan bahwa sebagai negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia, Indonesia berhasil meningkatkan nilai ekspor mineral tersebut berkat kebijakan hilirisasi. Sesi Tahunan 2024 ini mengusung tema "New Nusantara, Advanced Indonesia" yang juga mencakup Sesi Tahunan MPR, Sesi Bersama DPR dan DPD, serta Sidang Pleno DPR. Pada acara yang diadakan setiap tahun sehari sebelum perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia itu, Presiden Joko Widodo memberikan laporan mengenai kinerja lembaga negara serta pernyataan pemerintah tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2025 beserta catatan keuangannya. ANTARA