BORNEONEWS, Sampit - Guna mewujudkan visi Kabupaten Kotim sebagai tujuan wisata, dipandang perlu ada program terintegrasi di bidang parawisata dan pendidikan. Hal ini untuk mewujudkan masyarakat sadar wisata sekaligus menjadi pelaku wisata.

“Seperti contoh, di bidang pendidikan harus dimasukan pemahaman kepariwisataan, terutama terkait karakter dan kepribadian masyarakat untuk menunjang visi tersebut,” kata Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Kotim Sanidin, Selasa (21/6/2016).

Langkah itu, lanjut dia, sebagai upaya mempersiapkan SDM handal di bidang parawisata. Karena terwujudnya sebuah visi akan bergantung kepada SDM yang dimiliki Kabupaten Kotim. Dalam hal ini adalah masyarakatnya secara umum.

Pendidikan kebudayaan yang terintegrasi dapat dibentuk melalui sistem pendidikan formal yang ada. Sistem pendidikan terintegrasi ini dapat diaplikasikan sebagai sebuah sistem pembelajaran yang berlanjut serta semakin komprehensif.

“Misalnya pengetahuan seni, budaya, dan pariwisata ditanamkan sejak sekolah dasar hingga tingkat universitas,” ucap dia.

Hal itu dapat diaplikasikan sebagai sebuah mata pelajaran atau mata kuliah terintegrasi. Dimana pelajaran mengenai bidang ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan pelajar dan mahasiswa sebagai egen pembaharu untuk lebih meningkatkan kemampuannya dalam melihat peluang yang ada dalam mengembangkan bidang pariwisata.

“Harus ada mata pelajaran atau mata kuliah yang mengenalkan potensi kebudayaan dan pariwisata daerah. Sebab, untuk mencapai target sasaran pariwisata diperlukan sebuah pengetahuan seni, budaya, dan potensi pariwisata yang terintegrasi,” ujar Sanidin. (RIFQI/m)