**Borneonews**, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Puan Maharani, menyoroti sejumlah isu penting yang mencakup serangan siber terhadap Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) serta stabilitas nilai tukar rupiah. Dalam pidato pembukaannya pada sidang pleno yang menandai dimulainya Periode Pertama Sidang DPR 20242025 di kompleks parlemen, Maharani mencantumkan 15 perhatian yang diungkapkan masyarakat.
Maharani menyatakan, "DPR, melalui fungsi pengawasannya, ingin memastikan bahwa karya pemerintah dapat mensejahterakan rakyat, membantu urusan masyarakat, membangun infrastruktur untuk rakyat, menciptakan keamanan dan ketertiban, dan lain-lain." Ia menggarisbawahi pentingnya komitmen tinggi dari pemerintah untuk menindaklanjuti keputusan yang dihasilkan dalam rapat-rapat komisi dan dewan DPR.
Komitmen pemerintah tersebut, menurutnya, akan mencerminkan adanya saling menghormati antara lembaga eksekutif dan legislatif. Selain itu, Maharani menekankan pentingnya prinsip "check and balance" di antara cabang-cabang kekuasaan negara, yakni eksekutif, legislatif, dan yudikatif, yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar serta diperkuat oleh amandemen Konstitusi pasca-reformasi.
DPR juga memberikan perhatian terhadap persiapan menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan berlangsung pada 27 November 2024.
Adapun 15 poin perhatian yang diangkat oleh DPR adalah sebagai berikut:
1. Serangan siber terhadap Pusat Data Nasional;
2. Penggabungan lembaga penyiaran publik (LPP);
3. Promosi guru honorer menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK);
4. Izin Hak Guna Usaha (HGU) di ibu kota IKN Nusantara;
5. Mafia tanah;
6. Perjudian online;
7. Kasus korupsi pertambangan timah;
8. Kinerja penyertaan modal negara (PMN) di beberapa BUMN;
9. Penyelesaian proyek strategis nasional (PSN);
10. Subsidi listrik di daerah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T);
11. Kuota tambahan haji;
12. Peraturan pelaksanaan dalam Undang-Undang Omnibus Kesehatan;
13. Penerimaan siswa baru berbasis online;
14. Kebijakan pembersihan guru honorer; dan
15. Stabilitas nilai tukar rupiah.
Dengan penekanan pada isu-isu tersebut, DPR menunjukkan komitmennya untuk terus memantau dan mendorong pemerintah dalam menjalankan berbagai program dan kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat.
ANTARA
DPR Soroti Serangan Siber dan Stabilitas Rupiah di 2024
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Jadwal Super League: Persib Hadapi Garudayaksa, Derbi Suramadu Warnai Pekan Ketujuh
Pria di Sampit Dilaporkan ke Polres Kotim atas Kasus Asusila terhadap Anak 8 Tahun
Komentar (0)
Memuat komentar…







