JAKARTA –
**Borneonews**, Gaza - Dalam serangan udara yang dilakukan oleh Israel, sebanyak 4 warga Palestina dilaporkan tewas dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka, termasuk di antaranya anak-anak. Insiden ini terjadi pada hari Jumat dan menyasar rumah-rumah serta perkumpulan warga sipil di seluruh Jalur Gaza. Informasi yang diperoleh dari sumber medis di Rumah Sakit Al-Awda di Gaza menyatakan bahwa dua orang meninggal dunia dan beberapa lainnya terluka akibat serangan Israel yang menargetkan sebuah rumah di daerah Mufti, yang terletak di sebelah utara kamp pengungsi Nuseirat di wilayah tengah Gaza. Di sisi lain, saksi mata mengonfirmasi kematian seorang warga Palestina serta cedera pada satu orang lainnya dalam serangan yang berlangsung di sebelah barat Rafah, yang ada di bagian selatan Gaza. Dalam sebuah insiden terpisah, seorang warga Palestina juga tewas, sementara yang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan terhadap perkumpulan pemburu sipil di daerah Zawaida, wilayah tengah Gaza. Artileri Israel terlihat menembaki rumah-rumah warga di bagian timur kamp pengungsi Al-Bureij. Operasi militer yang sedang berlangsung di Rafah oleh tentara Israel mencakup pembongkaran blok-blok pemukiman di lingkungan Tel al-Sultan. Terdapat laporan mengenai ledakan dan asap yang muncul dari daerah tersebut, menggambarkan kondisi yang semakin memprihatinkan. Serangan terbaru ini muncul di tengah negosiasi yang berlangsung di Doha, Qatar, mengenai gencatan senjata yang dianggap penting. Negosiasi ini berupaya mencapai kesepakatan antara Israel dan Hamas. Namun, Hamas menolak untuk berpartisipasi dalam perundingan tersebut dan menuntut agar Tel Aviv mematuhi perjanjian yang telah dibuat pada bulan Juli, perjanjian yang awalnya diterima oleh Hamas dan didukung oleh Presiden Amerika Serikat, Joe Biden. Meskipun Dewan Keamanan PBB telah mengeluarkan resolusi yang mendesak gencatan senjata segera, Israel tetap menghadapi kecaman internasional atas serangan berkelanjutan mereka di Gaza. Konflik yang telah berlangsung sejak Oktober setelah serangan oleh Hamas ini telah mengakibatkan lebih dari 40.000 warga Palestina kehilangan nyawa. Kini, saat perang memasuki bulan kesepuluh, Gaza masih terjebak dalam kehancuran dengan kekurangan yang akut terhadap makanan, air bersih, dan obat-obatan. Israel kini menghadapi tuduhan genosida di Mahkamah Internasional, yang telah memerintahkan penghentian operasi militer di Rafah. Di tempat ini, lebih dari 1 juta warga Palestina sedang mencari perlindungan sebelum wilayah tersebut diserbu pada 6 Mei. ANTARA