JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas kepemimpinan dan kinerjanya selama satu dekade. Muzani menyatakan, "Terima kasih atas segenap upaya yang dikerahkan oleh Pak Jokowi selama menjadi Presiden selama 10 tahun, berpasangan untuk 5 tahun terakhir dengan K.H Ma'ruf Amin." Ia menegaskan bahwa masyarakat memahami adanya keterbatasan dan beberapa janji yang mungkin tidak terpenuhi. Menurut Muzani, Indonesia telah mengalami berbagai perkembangan yang signifikan di bawah pemerintahan Presiden Jokowi. Beberapa aspek yang menjadi perhatian mencakup pembangunan infrastruktur, perekonomian, penegakan hukum, dan upaya penuntasan program-program yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dia menghargai sikap Presiden Jokowi yang berani meminta maaf dalam pidato kenegaraannya, sebagai bentuk pengakuan atas ketidakmampuan memenuhi ekspektasi masyarakat. Muzani menganggap, "Apa yang disampaikan oleh Presiden Jokowi adalah sebuah ungkapan yang tulus, yang jujur, yang original, bahwa beliau manusia biasa, sudah berusaha untuk memberi pelayanan terbaik." Muzani berharap bahwa program-program yang ditinggalkan Presiden Jokowi dapat dilanjutkan oleh Presiden terpilih, Prabowo Subianto. Sebelumnya, Jokowi dalam pidatonya menyampaikan optimisme tentang visi Indonesia Emas 2045, yang ia yakini dapat terwujud dengan persatuan dan kerja sama antara semua pihak. Ia menyatakan, "Saya yakin dan percaya dengan persatuan dan kerja sama kita, dengan keberlanjutan yang terjaga, Indonesia sebagai negara yang kuat dan berdaulat akan mampu melompat dan menggapai cita-cita Indonesia Emas 2045." Namun, Presiden juga menyadari bahwa pencapaian yang ada saat ini belum sepenuhnya tuntas, mengingat masa jabatan Jokowi dan Ma'ruf Amin yang tinggal sekitar dua bulan lagi. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas segala keterbatasan yang ada dalam pelaksanaan pemerintahannya. Momen ini menjadi refleksi penting atas perjalanan kebijakan dan kinerja pemerintah dalam satu dekade terakhir. ANTARA