**Borneonews**, Jakarta - Kementerian Kesehatan mengimbau agar para orang tua tidak menyepelekan pemberian imunisasi kepada anak, terutama saat Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Dalam hal ini, Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan, dr. Prima Yosephine, M.K.M, menekankan pentingnya imunisasi untuk mencegah penyakit berbahaya.
Dengan tegas, Prima menyatakan bahwa orang tua harus bijak dalam mengambil keputusan mengenai kesehatan anak. Ia mengungkapkan keprihatinannya kepada orang tua yang lebih mempercayai informasi dari orang-orang yang tidak berkompeten di bidang kesehatan, seperti teman arisan dan tetangga. Menurutnya, memahami risiko kesehatan anak sangatlah krusial.
Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai adalah campak. Prima menjelaskan bahwa banyak orang tua yang menganggap enteng penyakit ini, hanya karena mereka berpikir bahwa gejala demam dan ruam merah yang muncul akan sembuh dengan sendirinya. Padahal, campak dapat menyebabkan komplikasi serius seperti radang otak. Hal ini menjadi perhatian utama, terutama bagi orang tua yang memiliki anak usia sekolah.
"Saya yakin tidak ada orang tua yang ingin anaknya mengalami cacat. Jika anak terkena radang otak, akan ada dampak seumur hidup yang harus dihadapi," jelas Prima. Ia juga mengingatkan tentang bahaya penyakit rubella, yang dapat menular dengan mudah di kalangan anak-anak. Jika anak terinfeksi, mereka dapat menularkan virus tersebut kepada ibu hamil, yang berisiko tinggi melahirkan bayi dengan cacat.
Selain itu, penyakit difteri juga menjadi perhatian. Penyakit ini dapat menyebabkan selaput putih di tenggorokan dan memicu sesak napas. Dalam keadaan kritis, tindakan medis perlu diambil, seperti melakukan lubang pada tenggorokan untuk membantu pernapasan.
Dengan alasan itu, dr. Prima berharap agar orang tua bersedia mengizinkan anak-anak mereka untuk mendapatkan imunisasi BIAS di sekolah. Program BIAS akan dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia pada bulan Agustus dan November. Pada bulan Agustus, imunisasi yang diberikan mencakup imunisasi campak dan rubella untuk anak kelas satu SD, serta imunisasi HPV untuk siswi kelas lima dan enam SD.
Sementara itu, pada bulan November, imunisasi difteri dan tetanus akan diberikan kepada semua anak yang duduk di bangku kelas 1, 2, dan 5 sekolah dasar. Apabila anak tidak hadir pada hari pemberian imunisasi, pihak sekolah akan menghubungi orang tua dan memberikan surat rujukan agar anak tersebut dapat mendapatkan imunisasi di puskesmas terdekat.
Program BIAS ini juga diperuntukkan bagi anak-anak yang tidak bersekolah, sehingga mereka yang berusia sama dapat mendatangi sekolah-sekolah untuk mendapatkan imunisasi. Dengan langkah ini, diharapkan kesehatan anak-anak di Indonesia dapat terjaga dan terhindar dari penyakit berbahaya.
ANTARA
Kemenkes ingatkan orang tua pentingnya imunisasi BIAS anak
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Wakil Bupati Gumas Ajak Kawal Investasi untuk Kesejahteraan dan Keadilan Masyarakat
Janice Tjen dan Storm Hunter Juara Ganda Putri Japan Open 2026
Pekab Gumas Bagikan Bantuan Bibit Cabai hingga Tomat untuk Masyarakat
Dua Gol Nicolas Jackson bawa Aston Villa Tekuk Man City 2-1
Ikut Manugal, Wakil Bupati Gumas Ajak Masyarakat Manfaatkan Lahan
Dortmund Puncaki Klasemen setelah Kalahkan Frankfurt 1-0
Komentar (0)
Memuat komentar…







