BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Kalteng mengingatka masih adanya beberapa pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan.
Terutama untuk sektor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dan Perencanaan dan Pengendalian Keluarga Berencana (PPKB) di Kalteng.
“Diantaranya angka stunting di Kalteng (masih) 23,5 persen tahun 2023,” ungkap Kepala P3APPKB Kalteng, Linae Victoria Aden dalam keterangannya, saat rakor di Palangka Raya baru baru ini.
Ia menyampaikan berdasarkan data Kementerian Kesehatan, angka stunting di Indonesia pada tahun 2023 tercatat sebesar 21,5 persen, hanya turun 0,1 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 21,6 persen (21,6%).
Kemudian selain itu, Perkawinan Usia Anak urutan enam (10,94 persen), sedangkan rata-rata nasional (6,92 persen), Peningkatan Kasus Tindak Kekerasan Terhadap Anak dan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan masih banyak hal lagi.
--page
“Peningkatan angka kasus kekerasan menunjukkan masyarakat memiliki kepedulian dan berani untuk melapor saat terjadi kekerasan,” ucap Linae.
Ditambahkan Linae, di periode kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur saat ini, mengusung visi Kalteng Makin BERKAH, yang memiliki 5 (lima) misi.
Di dalam RPJMD, lanjut dia, misi ini mesti dijabarkan kembali ke dalam tujuan dan sasaran pembangunan daerah yang juga mesti terdapat target indikatornya yang menjadi alat ukur dalam mengevaluasi ketercapaiannya nanti. (HERMAWAN DP/H)









