**Borneonews**, Batusangkar - Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) memberikan santunan kepada sepuluh ahli waris korban banjir bandang dan tanah longsor yang tidak ditemukan di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Santunan ini diserahkan sebagai respons terhadap bencana yang melanda wilayah tersebut pada bulan Mei 2024.
Kepala Dinas Sosial Tanah Datar, Afrizon, menjelaskan bahwa setiap ahli waris memperoleh santunan sebesar Rp15 juta. Penyaluran bantuan ini dilakukan melalui Bank Mandiri agar lebih aman. Menurutnya, jika dana tersebut diserahkan secara tunai, akan ada risiko yang signifikan karena jumlah uang yang diterima cukup besar.
Setelah terjadinya banjir bandang, Kemensos RI menunjukkan kepedulian yang tinggi dan berperan aktif dalam memberikan bantuan sosial. "Kami mendapat instruksi dari Kemensos untuk segera mendata para korban yang terdampak, terutama korban jiwa, agar bisa segera diberikan santunan," ungkap Afrizon.
Dalam rangka mendukung kebutuhan para korban, pihak posko induk Tanah Datar juga memberikan bantuan tambahan berupa satu karung beras seberat 10 kilogram. "Selain santunan uang tunai dari Kemensos RI, kami juga menyediakan bantuan beras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari para korban," tambahnya.
Banjir bandang yang melanda beberapa daerah di Sumatera Barat pada Mei 2024 menyebabkan sepuluh orang menjadi korban jiwa di Kabupaten Tanah Datar yang hingga kini belum ditemukan. Namun, baru-baru ini satu dari sepuluh korban tersebut telah ditemukan dan diidentifikasi oleh Polres Tanah Datar.
Langkah-langkah yang diambil oleh Kemensos RI dan Dinas Sosial setempat menunjukkan komitmen yang kuat dalam memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak bencana.
ANTARA
Kemensos RI berikan santunan Rp15 juta untuk 10 ahli waris korban banjir bandang
Bagikan:

PADANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bupati Kotim Tinjau Pembangunan Rumah Anak Korban Perundungan
Pengepul Pertalet di Kapuas yang Diringkus Ditpolairud Polda Kalteng beli BBM Subsidi dengan Harga Rp 470 per Jeriken
Bupati Seruyan Minta Pelajar Hindari Bullying
Nenek Sebatang Kara di Kotim Sakit dan Hidup Sendiri, Bupati Minta Dipantau Rutin
Bupati Kotim Pastikan Pemda Bantu Pembangunan Masjid Al-Muhajirin yang Terbakar
Senkom Mitra Polri Kobar Dukung Operasi Patuh Telabang 2026
Komentar (0)
Memuat komentar…







