BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Delapan desa di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) masih berstatus tertinggal. Delapan desa tersebut tersebar di tiga Kecamatan Kotawaringin Barat.

Delapan desa tertinggal itu yakni Desa Tanjung Putri di Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Desa Kerabu, Desa Riam, Desa Panahan, Desa Sambi di Kecamatan Arut Utara (Aruta) serta Desa Sungai Cabang, Desa Teluk Pulai, Desa Sekonyer di Kecamatan Kumai.

Menurut Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Rustam Efendi, kedelapan desa itu hampir tertinggal dari segala bidang, baik infrastruktur, kesehatan dan pendidikan. 

Saat ini pihaknya sudah menyiapkan program yang disasarkan ke wilayah desa tertinggal agar terintegrasi dengan dinas lainnya. Artinya, dinas lain dilibatkan dalam pembangunan di desa tertinggal tersebut. Misalnya, untuk sarana prasarana infrastruktur dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum. 

"Jadi ada juga pertanian dan perkebunan. Sehingga masyarakatnya pun bisa meningkatkan penghasilan," ujar dia di ruang kerjanya, Selasa (21/6/2016).

Program yang diberikan untuk desa tertinggal tersebut diberikan oleh Pemerintah Provinsi Kalteng. "Programnya bernama PM2L, sudah berjalan beberapa tahun ini. Ini juga sama dilakukan di kabupaten lain di Kalteng," katanya.

Sekadar informasi, di Kobar terdapat 81 desa dan 13 kelurahan serta 6 Kecamatan dengan jumlah penduduk sebanyak 235.274 jiwa dan luas daerah 10.759 km². (CR-1/m)