MEDAN –
**Borneonews**, Medan - Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) mengimbau untuk memaksimalkan pelayanan fasilitas kesehatan dalam upaya penanganan penyebaran nyamuk penyebab penyakit malaria dan demam berdarah dengue (DBD) di Nias Selatan, yang saat ini tengah mengalami wabah. Ketua DPRD Sumut, Sutarto, menyampaikan pentingnya adanya layanan call center serta fasilitas kesehatan di setiap kecamatan yang beroperasi selama 24 jam. Hal ini diharapkan dapat memastikan bahwa masyarakat yang menunjukkan gejala penyakit DBD dapat segera ditangani dengan baik. Sutarto juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sumut dan Pemerintah Kabupaten Nias Selatan dalam menangani permasalahan DBD ini. Kerjasama ini diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah yang tepat dan terukur untuk mencegah penyebaran wabah DBD dan malaria, mengingat adanya kasus kematian akibat kedua penyakit tersebut di wilayah ini. Dalam upaya mitigasi risiko, berbagai instansi seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dinas Kesehatan, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah melakukan langkah-langkah yang akurat untuk mengetahui dampak perubahan iklim ekstrem dan curah hujan terhadap penyebaran DBD. Sutarto menyatakan bahwa penting untuk memberikan perhatian terhadap penyebaran informasi, pelayanan kesehatan, ketersediaan obat-obatan, dan penanggulangan berbagai aspek terkait kesehatan masyarakat. Dia juga menyampaikan harapan agar wabah ini segera mereda dan meminta seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan agar kondisi di Nias Selatan pulih dan aman. Dalam kesempatan sebelumnya, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Basarin Yunus, mengungkapkan telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Nias Selatan untuk melaksanakan tindakan pemberantasan sarang nyamuk. Basarin menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan bahan untuk pengasapan dan larvasida, yang terutama akan difokuskan di Pulau Simuk dan Pulau-Pulau Batu, yang merupakan daerah endemik malaria. Pada 13 Agustus lalu, pihak Dinas Kesehatan juga melakukan pengasapan dengan menggunakan insektisida dan larvasida, serta memastikan tim dari Dinkes Provinsi Sumut dan Kementerian Kesehatan untuk memberikan pendampingan hingga April 2024. Sebagai bagian dari pencegahan, sebanyak ratusan kelambu telah dibagikan kepada masyarakat di wilayah tersebut untuk melindungi mereka dari gigitan nyamuk saat tidur. Dari data yang ada, delapan orang telah meninggal dunia antara Maret hingga Juni 2024 akibat malaria, dengan total pasien terkonfirmasi positif malaria mencapai 705 orang dari Januari hingga Agustus 2024. Penyakit malaria diketahui ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles. ANTARA