**Borneonews**, Batam - Komandan Distrik Militer 0316/Batam, Letkol Inf Rooy Chandra Sihombing, menegaskan bahwa situasi di Sei Beduk kini dalam keadaan kondusif setelah terjadi insiden pengeroyokan yang dilakukan oleh seorang oknum Babinsa terhadap dua anggota Polsek Sei Beduk. Dalam pernyataannya, Rooy menjelaskan bahwa peristiwa ini merupakan tindakan individu, bukan dari institusi. Ia menyatakan, "Situasi kondusif tidak ada gejolak, karena memang ini hanya oknum, perorangan bukan institusi dan kejadian ini adalah spontanitas."
Rooy menjelaskan lebih lanjut bahwa pelaku pengeroyokan tersebut adalah seorang anggota Babinsa dari Koramil Lubuk Baja yang dikenal dengan inisial HP. Saat ini, pelaku telah diamankan dan sedang menjalani proses hukum di Denpom. Insiden ini terjadi ketika HP menerima laporan dari masyarakat yang merupakan mitranya, yang mengeluhkan adanya penggangguan dari sekelompok orang di sekitar wilayah Simpang Dam.
Menurut penjelasan Rooy, anggota Babinsa tersebut berpakaian dinas saat ia berangkat ke lokasi kejadian bersama masyarakat. Namun, begitu tiba di lokasi, HP tidak menemukan orang yang dimaksud dan, secara salah sasaran, melakukan pemukulan kepada beberapa individu yang ternyata adalah anggota polisi yang tidak dalam dinas pada saat itu.
Kejadian ini berlangsung pada hari Kamis, 15 Agustus, sekitar pukul 22.00 WIB. Setelah peristiwa itu, para pelaku langsung membubarkan diri dan berpencar. Rooy kemudian mengungkapkan bahwa Danramil diperintahkan untuk segera menuju lokasi kejadian dan melakukan langkah-langkah untuk meredam situasi agar tetap aman.
"Sehingga, tadi malam situasi sudah kondusif atau sudah aman," lanjutnya. Terkait oknum Babinsa berinisial HP, pihak berwenang langsung melakukan pencarian dan penahanan di sel khusus Denpom untuk kemudian diproses sesuai hukum militer yang berlaku.
Rooy menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menutup diri terkait kasus ini. "Yang bersangkutan memang terlibat ataupun bersalah di mata hukum, kami akan sesuaikan dengan proses hukum yang berlaku," katanya. Kejadian tersebut juga telah dilaporkan kepada pimpinan TNI AD serta pimpinan Polda Kepri.
Di sisi lain, Kapolresta Barelang, Kombes Pol. Heribertus Ompusunggu, menyampaikan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan, termasuk pelacakan pemilik kendaraan yang digunakan oleh oknum tersebut. Meski demikian, pihaknya menekankan pentingnya menjaga soliditas dan sinergitas antara TNI dan Polri.
"Ini kelakuan oknum. Proses lanjut, kami masih mengumpulkan data lengkap. Nanti kami informasikan ke teman-teman. Ada Satreskrim yang menyelidiki," ujar Ompusunggu. Dalam insiden ini, dua anggota Polsek Sei Beduk yang menjadi korban mengalami luka pada bagian pipi dan tangan. Saat ini, mereka tengah menjalani perawatan dan sudah bisa beraktivitas seperti biasa.
ANTARA
Situasi Kondusif Usai Pengeroyokan Anggota Polisi di Sei Beduk
Bagikan:

BATAM –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
TNI-Polri Kedepankan Pendekatan Dialogis dalam Mengamankan Dogiyai
Tolak Ajakan Berkelahi, Siswa SMP di Banjarmasin Tetap Dipaksa hingga Tersungkur
Survei IPO: Meutya Hafid Masuk 10 Besar Menteri Berkinerja Terbaik
Guru SDN di Banjarmasin Jadi Tersangka Pelecehan Siswi 12 Tahun
Komentar (0)
Memuat komentar…







