= **Borneonews**, Beijing
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing telah memfasilitasi penandatanganan kerja sama antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Krakatau Steel dan dua perusahaan baja asal China, yaitu Jingye Group dan Zheshang Development Group (ZSD Group). Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, menyatakan sambutannya terhadap rencana kerja sama ini dan mengharapkan implementasi yang konkret dari kedua kesepakatan tersebut.
Dalam keterangan tertulis yang diterima, Dubes Djauhari menyaksikan secara langsung penandatanganan *memorandum of understanding* (MoU) tersebut yang berlangsung di KBRI Beijing. Fasilitasi kerja sama ini, menurut Dubes Djauhari, merupakan bentuk komitmen perwakilan Republik Indonesia di China untuk terus mendorong kerja sama *business-to-business* antara pelaku usaha Indonesia dan China.
Dubes Djauhari juga menekankan bahwa kerja sama bilateral di bidang ekonomi antara Indonesia dan China semakin erat. Ia menambahkan bahwa implementasi kemitraan kedua negara perlu terus tercermin melalui nilai perdagangan dan investasi yang ada. Hal ini menunjukkan pentingnya hubungan ekonomi yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.
Direktur Komersial Krakatau Steel, Akbar Djohan, menjelaskan bahwa kedua kerja sama yang terjalin ini merupakan bagian dari upaya perusahaannya sebagai industri strategis nasional untuk memperkuat ekosistem industri manufaktur di Indonesia. Ia juga menjelaskan, "Selain itu, sebagai upaya untuk memperluas kerja sama yang sudah ada, bukan hanya dalam hal pembelian dan penjualan, tetapi juga untuk membangun industri baja dan produk bernilai tambah lainnya di Indonesia."
Jingye Group merupakan perusahaan yang berlokasi di provinsi Hebei dan bergerak dalam bisnis baja, termasuk pemrosesan baja, perdagangan internasional, metalurgi, pencetakan 3D, serta bisnis lainnya. Di sisi lain, ZSD Group bergerak dalam sektor perdagangan dan investasi yang terkait dengan besi, baja, kokas, dan batu bara kokas.
Kerja sama yang ditandatangani mencakup beberapa aspek, antara lain penyediaan bahan baku, pemanfaatan pabrik PT Krakatau Steel, serta kerja sama dalam *joint operation*, pengembangan produk, teknologi, dan fasilitas dalam produksi besi baja. Kesepakatan ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi pengembangan industri baja di Indonesia dan meningkatkan nilai perdagangan antara kedua negara.
ANTARA
Kerja Sama Krakatau Steel dan Perusahaan Baja China, Meningkatkan Investasi
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
AC Milan Lanjutkan Catatan Tanpa Kalah Usai Menang 2-0 atas Udinese
573 Personel Dikerahkan Dalam Operasi Patuh Telabang 2026
Hujan Deras Guyur Sejumlah Lokasi di Taman Nasional Tanjung Puting
Sukardi Gau: Bahasa Indonesia Jadi Pemersatu di Tengah Keberagaman, Kalteng Punya 30 Bahasa Daerah
Putin Bantah Tudingan Rusia Provokasi Demonstrasi di Kawasan Eropa
Semarak Bulan Bahasa Digelar Serentak di 30 Balai Bahasa, Kalteng Angkat Seni dan Sastra
Komentar (0)
Memuat komentar…







