JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau yang lebih dikenal dengan sebutan Gus Yahya, menyampaikan bahwa semua pernyataan yang dikeluarkan oleh setiap pengurus lembaganya terkait Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) merupakan keputusan dari organisasi. Gus Yahya menegaskan, "Semua yang dilakukan, dikatakan, dan dinyatakan kepada publik oleh setiap personel pengurus PBNU adalah sikap organisasi. Bukan sikap perorangan. Jika ada pernyataan dari Sekretaris Jenderal, Wakil Sekretaris Jenderal, atau pernyataan saya sendiri, itu semua merupakan pernyataan organisasi, bukan perorangan." Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan yang diterima di Jakarta. Ia juga menjelaskan bahwa sikap resmi organisasi yang disampaikan oleh setiap personel PBNU telah melalui mekanisme organisasi yang baku, yaitu rapat pleno pengurus. Gus Yahya menambahkan, "Kami tidak akan berbicara kalau tidak ada rapat sebelumnya. Ini bukan soal Yahya Staquf bertengkar dengan Muhaimin (Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar). Ini bukan tentang Saifullah Yusuf yang bermusuhan dengan sepupunya (Muhaimin). Ini adalah soal organisasi." Lebih lanjut, Gus Yahya mengungkapkan bahwa tidak ada masalah pribadi di dalam kepengurusan PBNU dan PKB. Ia menegaskan bahwa di dalam PBNU terdapat banyak pengurus dari berbagai partai politik, termasuk PKB, Gerindra, Golkar, PDI Perjuangan, serta sejumlah anggota partai politik lainnya. Meskipun demikian, ia mengakui bahwa saat ini terdapat upaya dari pihak tertentu untuk mereduksi hubungan antara PBNU dan PKB menjadi sebuah masalah pribadi. Gus Yahya mencatat bahwa mereka melancarkan serangan melalui akun-akun buzzer di media sosial dengan menciptakan narasi seolah-olah permasalahan antara PBNU dan PKB adalah persoalan pribadi. "Bagaimana sikap PBNU? Kami tidak menggunakan buzzer; kami fokus pada konsolidasi yang nyata," ujarnya dengan tegas. ANTARA