**Borneonews**, Jakarta - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menekankan bahwa peningkatan produksi pangan dalam negeri memegang peranan penting dalam membangun ketahanan pangan dan mencegah terjadinya krisis pangan di Indonesia. Ia menyebutkan, Waktunya kita tingkatkan produksi (pangan) dalam negeri demi menciptakan kedaulatan pangan dan menghindari risiko krisis pangan. Pernyataan ini disampaikan saat menjawab pertanyaan mengenai pandangan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Bambang Soesatyo, yang menyatakan perlunya Indonesia menyiapkan strategi besar untuk mencapai kedaulatan pangan.
Bapanas juga gencar mengajak masyarakat untuk memanfaatkan penganekaragaman makanan lokal yang tersedia di Tanah Air secara maksimal. Langkah ini diharapkan dapat mencegah Indonesia dari potensi krisis pangan global. Menurut Arief, Indonesia dianugerahi dengan beragam sumber pangan; oleh karena itu, jika pemanfaatannya dilakukan secara bersama, dapat melindungi negara dari ancaman krisis pangan global.
Arief menjelaskan lebih lanjut mengenai pentingnya memasifkan penganekaragaman konsumsi pangan dalam negeri, mengingat ketergantungan yang berlebihan pada beras. Dengan memanfaatkan potensi pertanian yang ada, ketahanan pangan nasional dapat terjaga dengan lebih baik. Ia menambahkan bahwa Bapanas tidak hanya berfokus pada aspek ketersediaan dan stabilitas pangan, tetapi juga bertugas untuk mendorong konsumsi pangan yang berbasis kearifan lokal.
Namun, untuk mencapai tujuan ini, sinergi dari berbagai pihak diperlukan. Arief menekankan bahwa kolaborasi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, komunitas petani, serta sektor swasta sangat krusial dalam mendorong produksi, distribusi, dan konsumsi pangan lokal yang bervariasi dan bernilai gizi tinggi.
Di sisi lain, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menjelaskan bahwa kementerian memiliki rencana strategis untuk meningkatkan produksi pangan domestik guna mendukung ketahanan pangan nasional. Kami mendorong produksi pangan domestik, ujar Sudaryono dalam konferensi pers RAPBN 2025 di Jakarta. Ia menilai, penguatan produksi dalam negeri dapat memberikan dua manfaat utama, yaitu kemandirian pangan dan peningkatan jumlah produksi pangan yang dapat membantu penciptaan lapangan kerja baru serta penurunan angka kemiskinan.
Sehingga kesejahteraan masyarakat di pelosok bisa ditingkatkan, imbuhnya. Dalam upaya mitigasi krisis pangan, Kementerian Pertanian menggelar program peningkatan produksi padi pada tahun 2024 untuk meningkatkan kapasitas beras. Selain itu, alokasi pupuk subsidi akan dikembalikan menjadi 9,5 juta ton, yang akan diberikan dengan menggunakan kartu identitas atau KTP. Tidak hanya itu, program pompanisasi di lahan kering berupa lahan tadah hujan juga akan diterapkan untuk mendongkrak produktivitas lahan pertanian.
Sebelumnya, dalam pidato pengantar Sidang Tahunan MPR Tahun 2024 yang berlangsung di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Ketua MPR, Bambang Soesatyo, menyatakan pentingnya strategi besar untuk menciptakan kedaulatan pangan di Indonesia. Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan yang seringkali mengandalkan impor bahan-bahan pangan dari luar negeri tidaklah cukup.
Bamsoet menegaskan bahwa dengan peningkatan populasi penduduk dunia, terutama di Indonesia, dibutuhkan dukungan bahan pangan yang lebih besar. Namun, sektor pertanian yang menjadi pilar ketahanan pangan saat ini menghadapi berbagai tekanan, seperti semakin menyempitnya lahan pertanian, stagnasi produksi, meningkatnya frekuensi hama dan penyakit tumbuhan, kenaikan biaya produksi, serta ancaman perubahan iklim.
ANTARA
Peningkatan Produksi Pangan Dalam Negeri Penting Cegah Krisis
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Shin Tae-yong Tekankan Pembinaan Usia Dini untuk Majukan Sepak Bola
Madura United Bidik 3 Poin saat Hadapi Persebaya
Tentara Yaman Lumpuhkan Lebih dari 300 Petempur Houthi
Veda Pratama Hormati Keputusan Pembatalan Moto3 Australia
Kebakaran Terjadi di Masjid Al-Muhajirin Cempaga Kotim
Ganda Campuran China Li/Huang Juarai Indonesia Masters 2026
Komentar (0)
Memuat komentar…







