**Borneonews**, Beijing - Pemerintah China memberikan ucapan selamat kepada Paetongtarn Shinawatra setelah terpilih sebagai Perdana Menteri ke-31 Thailand. Dalam pernyataannya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China menyatakan, "China mengucapkan selamat kepada Paetongtarn Shinawatra atas terpilihnya ia sebagai Perdana Menteri Thailand. Kami yakin rakyat Thailand dapat membuat pencapaian baru dan lebih besar dalam pembangunan yang sesuai dengan kondisi nasional Thailand."
Paetongtarn Shinawatra, yang berusia 37 tahun, berhasil memperoleh lebih dari 247 suara yang diperlukan di majelis rendah Parlemen Thailand, yang terdiri dari 493 anggota. Sebagai putri dari mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, Paetongtarn kini menjadi pemimpin termuda dari salah satu ekonomi terbesar di Asia Tenggara.
Kedekatan hubungan antara China dan Thailand turut disoroti. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China menambahkan, "China dan Thailand adalah satu keluarga. Kedua negara adalah tetangga dekat dan bersahabat. Tahun depan, kami akan memperingati 50 tahun hubungan diplomatik yang diharapkan dapat membawa peluang bersejarah baru bagi pertumbuhan hubungan bilateral."
Pemerintah China juga menyatakan siap untuk bekerja sama dengan Thailand, guna meneruskan persahabatan tradisional yang telah terjalin. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan komunikasi strategis, memperdalam kerja sama praktis, dan mendorong kemajuan lebih lanjut dalam membangun komunitas China-Thailand dengan masa depan bersama.
Pemilihan Paetongtarn sebagai Perdana Menteri terjadi setelah pemberhentian Srettha Thavisin oleh Mahkamah Konstitusi Thailand pada Rabu, 14 Agustus 2024, karena pelanggaran etik yang terkait dengan pengangkatan seorang pengacara mantan narapidana sebagai menteri pada bulan Mei tahun ini.
Paetongtarn lahir di Bangkok pada 21 Agustus 1986. Ia adalah anggota ketiga dari keluarga Shinawatra yang menjabat sebagai perdana menteri Thailand. Dengan nama panggilan Ung Ing, Paetongtarn adalah keponakan Yingluck Shinawatra, yang menjabat sebagai perdana menteri dari tahun 2011 hingga 2014 sebelum dipecat oleh Mahkamah Konstitusi dan kini berada dalam pengasingan. Bersama dengan Yingluck, Paetongtarn menjadi salah satu dari dua perempuan pertama yang pernah memegang posisi tertinggi di Thailand.
Pendidikan Paetongtarn dimulai di Saint Joseph Convent dan Mater Dei School, sebelum ia meraih gelar sarjana di bidang Ilmu Politik, Sosiologi, dan Antropologi dari Fakultas Ilmu Politik, Universitas Chulalongkorn pada tahun 2008. Selanjutnya, ia meraih gelar MSc dalam Manajemen Hotel Internasional dari University of Surrey, Inggris.
Selama pemilihan umum tahun lalu, Paetongtarn diusulkan sebagai kandidat perdana menteri oleh partainya. Ia kemudian diangkat sebagai wakil ketua Komite Strategi Soft Power Nasional dan puncaknya menjadi pemimpin partai pada bulan Oktober tahun lalu. Dalam kapasitasnya sebagai seorang politikus dengan pemikiran sosial liberal, Paetongtarn mendukung penulisan ulang konstitusi dan penghapusan wajib militer di negara yang mayoritas penduduknya beragama Buddha ini. Namun, ia juga menekankan perlunya pengendalian narkoba dan kejahatan yang lebih ketat.
ANTARA
Paetongtarn Shinawatra Terpilih sebagai PM Thailand ke-31
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Komentar (0)
Memuat komentar…







