**Borneonews**, Madiun - PT KAI Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun telah menggelorakan semangat keselamatan di perlintasan seiring peringatan HUT Ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keselamatan saat berinteraksi dengan perjalanan kereta api, terutama di perlintasan sebidang.
Kepala Daerah Operasi 7 Madiun, Suharjono, menjelaskan bahwa sosialisasi dilaksanakan di perlintasan 303A yang terletak di Jalan Panglima Sudirman, Banjardowo, Mekikis, Purwoasri, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Dalam kesempatan tersebut, Suharjono menekankan bahwa tema yang diusung oleh KAI dalam merayakan HUT Ke-79 RI adalah "Merdeka, Selamatkan Perlintasan." Tema ini bertujuan agar setiap perlintasan menjadi aman dan bebas dari kecelakaan.
Kegiatan sosialisasi di Daop 7 Madiun merupakan bagian dari rencana yang lebih besar, dengan pelaksanaan yang serentak di seluruh Daerah Operasi/Divisi Regional Jawa dan Sumatera. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-79 pada tanggal 17 Agustus 2024, dan diikuti di 13 lokasi berbeda di seluruh wilayah tersebut.
Suharjono juga mencatat bahwa tujuan utama dari sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memprioritaskan keselamatan di perlintasan sebidang. Pada sosialisasi tersebut, KAI melibatkan 20 anggota dari enam komunitas pecinta kereta api, yakni RF Pecel Madiun, RF Kertosono, RF Blitar, RF Kediri, RF Tulungagung, dan RF Jombang.
Berdasarkan data yang tersedia, pada tahun 2024, terdapat sebanyak 216 perlintasan sebidang di Daop 7 Madiun. Rincian dari jumlah tersebut menunjukkan bahwa 156 perlintasan terjaga, sementara 60 perlintasan lainnya tidak terjaga. Dengan demikian, sekitar 72 persen dari total perlintasan, yaitu 156 titik, dijaga oleh petugas, yang mencakup personel dari KAI, pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, swasta, dan inisiatif swadaya masyarakat.
KAI berkomitmen untuk meningkatkan keselamatan dengan terus melakukan penutupan perlintasan yang dianggap berisiko. Pada tahun 2023, Daop 7 Madiun telah berhasil menutup sebanyak 11 titik perlintasan, dan dari periode Januari hingga 12 Agustus 2024, mencapai penutupan 14 perlintasan tambahan.
Namun, Suharjono menyayangkan masih adanya pengguna jalan yang tidak disiplin saat melintas di perlintasan sebidang. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2022, terdapat 98 korban kecelakaan di perlintasan sebidang, dengan berbagai kondisi, mulai dari luka ringan hingga korban meninggal. Tahun 2023 mencatatkan penurunan, dengan total 43 korban, namun tidak dapat dianggap sepele.
Hingga periode Januari hingga Agustus 2024, sudah tercatat 18 orang sebagai korban kecelakaan di perlintasan sebidang dan jalur kereta api. Dari 18 korban tersebut, 15 mengalami kematian, satu mengalami luka berat, dan dua lainnya luka ringan.
Suharjono juga menekankan pentingnya keselamatan di perlintasan dengan menggunakan rambu perlintasan sebagai alat utama. Menurutnya, keberadaan palang pintu dan penjaga pintu hanya bersifat membantu. Ia mengingatkan agar pengguna jalan selalu berhenti, melihat ke kanan dan kiri untuk memastikan aman sebelum melintas, serta menghindari pembangunan perlintasan liar.
Pelanggaran di perlintasan sebidang maupun jalan raya dianggap sebagai pelanggaran lalu lintas dan dapat ditindak oleh pihak berwenang, sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.
ANTARA
Sosialisasi Keselamatan Perlintasan di HUT Ke-79 RI oleh KAI
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Lewis Hamilton Tercepat dalam Sesi Latihan Bebas GP Amerika Serikat
Timnas Indonesia U15 Menang Telak atas Fiji, Hariri dan Dicky Dua Gol
Leo/Daniel Kandas di Semifinal French Open
Polres Barito Timur Kerahkan 38 Personel Padamkan Karhutla di Murutuwu
Veda Ega Sebut Tugasnya Belum Usai Setelah Berada di Pole Position
Sembilan Hari Risnayati Hilang, Pencarian Terkendala Kabut Asap Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







