JAKARTA –
**Borneonews, Jakarta** - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, menyampaikan bahwa pembangunan Masjid Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur telah mencapai progres sebesar 18,7 persen. Hal ini merupakan hasil dari kerja keras yang dilakukan sejak peletakan batu pertama atau *groundbreaking* yang dilaksanakan oleh Presiden Joko Widodo pada hari Rabu, 18 Januari 2023. Proyek ini direncanakan akan selesai pada bulan Desember 2024. Dalam upayanya untuk meningkatkan kenyamanan bagi para jemaah, Basuki meminta kepada Konsultan Manajemen Konstruksi untuk memperhatikan akses dan sirkulasi kendaraan, terutama bagi sekitar 60.000 jemaah. "Tolong kalau ada pohon yang besar dan bagus jangan ditebang, lebih baik dipindahkan. Kita perbanyak tanaman agar lebih hijau," ujar Basuki. Pernyataannya ini menunjukkan fokus pemerintah pada pentingnya keberlanjutan lingkungan dalam proyek pembangunan ini. Tanggung jawab pembangunan Masjid Negara ini berada di bawah Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kalimantan Timur, dengan pelaksanaan kontrak dipegang oleh PT. Adhi Karya - PT. Hutama Karya KSO. Proyek ini dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan total biaya sebesar Rp940 miliar. Sejak dimulainya kontrak pelaksanaan pada bulan November 2023, proyek ini diharapkan dapat dituntaskan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Masjid Negara Ibu Kota Nusantara dirancang untuk berdiri di atas lahan seluas 32.125 m². Di area sekitarnya, tersedia juga area komersial seluas 2.221 m² dan area penunjang seluas 7.340 m². Bangunan masjid itu sendiri memiliki luas total 61.596 m², dengan desain yang mencakup tiga tingkat *Lower Ground*, satu lantai *Ground Floor*, dan dua tingkat *Mezzanine*. Selain itu, terdapat bangunan komersial seluas 2.212 m² yang terdiri dari dua lantai, serta bangunan penunjang seluas 727 m² yang direncanakan hanya memiliki satu lantai. Sebagai bagian dari infrastruktur lingkungan masjid, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan kolam retensi seluas 123.502 m², yang dibangun oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Selain itu, area tersebut juga akan mencakup plaza, tempat wudhu, ruang rapat, hall pertemuan, ruang tunggu VIP, serta infrastruktur pendukung lain termasuk jalan, jembatan, dan utilitas kawasan. Melalui pembangunan Masjid Negara ini, pemerintah tidak hanya berupaya menciptakan ruang ibadah yang megah, tetapi juga memastikan keterlibatan aspek lingkungan dan kenyamanan bagi seluruh jemaah yang akan hadir di kawasan tersebut. ANTARA