**Borneonews**, Jakarta - Psikolog klinis dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya, Ella Titis Wahyuniansari, menekankan bahwa perhatian pemerintah terhadap kesehatan mental dan inklusivitas tengah mengalami peningkatan yang signifikan. Menurutnya, pemerintah telah berupaya keras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam hal kesehatan fisik dan mental. Hal ini disampaikan Ella dalam sebuah wawancara di Jakarta.
Pernyataan ini muncul sebagai tanggapan terhadap pidato Ketua DPR RI, Puan Maharani, yang mengungkapkan pentingnya pembangunan yang inklusif. Puan menekankan bahwa pembangunan harus memberikan kesempatan yang luas bagi seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dan menikmati hasil dari pembangunan tersebut.
Ella menjelaskan bahwa saat ini, puskesmas-puskesmas di berbagai daerah sudah mulai menyediakan layanan psikolog klinis. Namun, ia juga mencatat bahwa masih terdapat banyak keluhan dari masyarakat, terutama di daerah-daerah terpencil, yang harus menempuh jarak jauh untuk mengakses layanan psikolog. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan dalam akses layanan kesehatan mental di berbagai wilayah.
Satu tantangan yang dihadapi dalam upaya meningkatkan kesehatan mental adalah pergeseran pola pikir masyarakat. Ella menyoroti bahwa banyak orang masih lebih percaya pada tokoh agama, seperti kyai atau dukun, dibandingkan dengan psikolog atau psikiater saat menghadapi masalah kesehatan mental. Ia menjelaskan bahwa seringkali masyarakat merasa malu untuk datang ke rumah sakit jiwa dan lebih memilih pendekatan spiritual, misalnya dengan menyebut adanya 'kesambet' atau kesurupan.
Ella menambahkan bahwa meskipun pemerintah telah mulai menunjukkan kepedulian dengan menyediakan fasilitas kesehatan mental, masih ada beberapa daerah yang perlu mendapatkan perhatian lebih dalam hal aksesibilitas layanan. Ia berharap pemerintahan yang akan datang dapat memperluas akses layanan psikolog dan psikiater, terutama di daerah-daerah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).
Untuk mendukung upaya tersebut, BPJS Kesehatan juga telah menyediakan layanan konsultasi dengan psikolog yang tercakup dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Masyarakat yang membutuhkan layanan psikolog dapat mengunjungi fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) terdekat untuk mendapatkan bantuan yang diperlukan.
ANTARA
Peningkatan Perhatian Pemerintah Terhadap Kesehatan Mental Masyarakat
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
OJK Kalteng Manfaatkan Momentum BIK 2026, Dorong Masyarakat Bangun Ketahanan Finansial
Erupsi Gunung Semeru Terjadi Enam Kali dengan Tinggi Letusan Hingga 1,2 Km
Jarak Pandang Terbatas Akibat Kabut Asap, Wakil Ketua III DPRD Kalteng Minta Masyarakat Waspada
Jaringan Peredaran Kayu Ilegal Didalami Pihak Kemenhut
Tokoh Lintas Agama Kalteng Tekankan Kebersamaan Hadapi Kemarau dan Karhutla
Flick Lawan Mourinho Serasa Superman vs Batman
Komentar (0)
Memuat komentar…







