MAKASSAR –
**Borneonews**, Mamuju - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Barat menerapkan konsep madrasah ramah anak sebagai langkah untuk mencegah aksi kekerasan terhadap anak. Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Sulbar, Adnan Nota, menegaskan bahwa pendekatan ini berfokus pada penciptaan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi para siswa. Adnan mengungkapkan bahwa penerapan pendidikan ramah anak ini bertujuan untuk mendukung perkembangan anak secara optimal dan melindungi mereka dari potensi tindakan kekerasan. Ia menyatakan bahwa madrasah harus lebih dari sekadar tempat menuntut ilmu; madrasah juga harus berfungsi sebagai ruang yang memberikan rasa aman dan nyaman. Dalam hal ini, pendidikan ramah anak berperan vital agar anak merasa bahagia saat belajar. Menurutnya, konsep madrasah ramah anak sejalan dengan kebijakan pemerintah yang berkomitmen mencegah kekerasan, terutama terhadap perempuan dan anak. Kemenag Sulbar menargetkan agar anak-anak yang menempuh pendidikan di madrasah merasa terlindungi, sehingga mereka memiliki kemudahan dalam menyerap pelajaran dan mengembangkan potensi diri mereka. Madrasah ramah anak mengemban misi untuk memenuhi hak-hak anak, termasuk hak atas pendidikan yang layak serta perlindungan dari kekerasan. Hal ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang positif, tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademis tetapi juga dalam perkembangan karakter, nilai, dan moral anak-anak. Adnan menambahkan bahwa madrasah ramah anak merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi penerus berkualitas. Lingkungan yang positif dan suportif di sekolah memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan fisik, mental, dan emosional anak-anak. Konsep madrasah ramah anak memerlukan kerja sama semua elemen sekolah. Dari guru, staf, hingga siswa, setiap pihak memiliki peran dalam menjadikan madrasah sebagai tempat yang tidak hanya edukatif tetapi juga melindungi dan memberdayakan anak-anak. Ia berharap seluruh madrasah di Sulawesi Barat dapat menciptakan lingkungan yang ramah anak, menghindari perilaku yang dapat menimbulkan masalah, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai bagian integral kehidupan sehari-hari untuk membentuk karakter yang kuat. Lingkungan pendidikan di madrasah Sulbar harus diciptakan dalam situasi kondusif yang tidak hanya berfokus pada prestasi akademik namun juga berupaya memberikan kesejahteraan keseluruhan dan perkembangan holistik bagi anak-anak. ANTARA