JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Joko Agus Setyono, memberikan perhatian khusus terkait perubahan status Jakarta dalam amanat yang disampaikannya pada Upacara Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-79 yang berlangsung di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Tema perayaan HUT RI tahun ini, “Nusantara Baru, Indonesia Maju,” mencerminkan semangat baru dalam mendukung beberapa transisi besar di Indonesia, salah satunya adalah perpindahan Ibu Kota ke Nusantara (IKN). Dalam kesempatan tersebut, Joko menekankan bahwa hadirnya ibu kota baru adalah momentum yang tepat bagi Jakarta untuk memperbaiki diri dan mengoptimalkan potensi yang dimilikinya sebagai pusat perekonomian nasional serta kota global. Meski Jakarta sudah tidak menyandang status sebagai ibu kota negara, ia menegaskan bahwa fokus pengembangan infrastruktur yang lebih modern dan berkelanjutan tetap menjadi prioritas utama. Perubahan ini merupakan langkah penting dalam memperbaiki kualitas hidup masyarakat Jakarta serta meningkatkan daya saing kota ini di tingkat global. Joko menyatakan, “Transformasi ini diharapkan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Indonesia sesuai dengan cita-cita Provinsi Jakarta, yaitu sukses Jakarta untuk Indonesia.” Namun, dalam menjalankan peran barunya, Joko mengingatkan bahwa Jakarta harus tetap memerhatikan beberapa tantangan besar, di antaranya adalah mengatasi masalah banjir, mengurangi kemacetan, menyediakan perumahan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah, serta mengurangi tingkat polusi dan emisi di kota. Ia juga menambahkan bahwa pengelolaan sampah dan limbah harus dilakukan secara efektif, serta perlu diterapkannya peningkatan akses terhadap air bersih bagi seluruh masyarakat. Joko berpesan agar semangat untuk menjadikan Jakarta sebagai garda terdepan dalam kemajuan Indonesia terus dipertahankan. Dia berharap seluruh jajaran pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat memanfaatkan perayaan HUT RI sebagai momentum untuk memperkuat komitmen dalam berinovasi dan beradaptasi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi oleh Kota Jakarta. Dalam konteks ini, Joko mengingatkan pentingnya memastikan bahwa setiap kebijakan dan program pembangunan yang dijalankan selalu mengutamakan prinsip keberlanjutan dan inklusivitas. Hal ini bertujuan untuk mendukung transformasi Jakarta menjadi kota global yang layak huni dan mampu sejajar dengan kota-kota maju di seluruh dunia. ANTARA