JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri bertindak sebagai pembina upacara dalam kegiatan pengibaran bendera Merah Putih. Acara ini merupakan bagian dari perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia yang dilaksanakan di halaman Masjid At-Taufiq, Sekolah Partai, pada hari Sabtu. Komandan upacara meminta izin kepada Megawati untuk memulai pengibaran bendera. Setelah mendapat izin, pasukan pengibaran bendera pusaka (paskibraka) melangkah menuju lokasi tiang bendera yang terletak tepat di depan Masjid At-Taufiq. Dalam suasana yang khidmat, lagu *Indonesia Raya* dinyanyikan mengiringi Sang Merah Putih saat dinaikkan ke tiang tertinggi. Setelah bendera berkibar, para peserta upacara diminta mengheningkan cipta sebagai penghormatan. Pembacaan teks Proklamasi dilakukan oleh Ketua DPP Bidang Kehormatan Partai, Komarudin Watubun. Teks Pancasila kemudian dibacakan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana PDIP, Ganip Warsito. Selanjutnya, Wasekjen PDIP, Yoseph Aryo Adhi Dharmo, membacakan teks Undang-Undang Dasar 1945. Usai rangkaian pembacaan tersebut, Megawati memberikan pengarahan sebagai inspektur upacara di hadapan ribuan kader PDIP yang hadir. Dalam kesempatan itu, Megawati membahas sejumlah topik penting, mulai dari hukum, proses kemerdekaan, perjuangan selama masa penjajahan, sampai makna proklamasi, Pancasila, dan sosok Bung Karno. Mengutip pernyataan Proklamator RI, Bung Karno, Megawati menekankan, "Hanya bangsa yang berani meletakkan nasib bangsa dan tanah air di tangan kita sendiri, akan berdiri dengan kuatnya." Dari pantauan, umat Satgas Cakra Buana tampak memenuhi area Masjid At-Taufiq, hingga meluber ke jalan raya. Akibatnya, satu sisi jalan raya Lenteng Agung ditutup demi kelancaran pelaksanaan upacara. Kegiatan berjalan dengan tertib dan penuh rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diraih. ANTARA