SAMARINDA –
**Borneonews**, Samarinda - Plt Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kalimantan Timur, Sabri, menyatakan bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) mencerminkan kemandirian dan identitas sejati bangsa Indonesia. Menurutnya, IKN adalah simbol pembangunan yang tidak terpengaruh oleh warisan kolonial yang selama ini ada. "Saya bangga terhadap pembangunan Istana Kepresidenan di Ibu Kota Nusantara yang tidak berasal dari warisan kolonial," ujar Sabri saat ditemui setelah acara ramah tamah Pemprov Kaltim bersama 162 veteran di Samarinda. Pernyataan ini menunjukkan keyakinan yang kuat bahwa IKN membawa makna penting bagi kemajuan identitas bangsa. Lebih lanjut, Sabri menegaskan bahwa IKN memang harus dilihat sebagai simbol kemandirian bangsa Indonesia. "Kita harus jujur, Istana Kepresidenan di Jakarta dan Bogor masih menyimpan peninggalan-peninggalan imperialisme," ujarnya. Hal ini merujuk pada fakta bahwa Istana Negara di Jakarta pernah digunakan oleh pemerintah kolonial pada masa Gubernur Jenderal Pieter Gerardus van Overstraten. Sementara itu, Istana Merdeka di Jakarta adalah tempat tinggal Gubernur Jenderal Johan Wilhelm van Lansberge, dan Istana Kepresidenan di Bogor dihuni oleh Gubernur Jenderal GW Baron van Imhoff. Sabri menilai, setelah 79 tahun merdeka, kini bangsa Indonesia akhirnya memiliki istana yang dibangun sepenuhnya oleh bangsa sendiri tanpa adanya unsur kolonial yang menyertainya. Dia juga mengatakan bahwa pembangunan IKN merupakan tanda kebangkitan bangsa Indonesia yang mandiri dan berdaulat. Sabri mengungkapkan bahwa para veteran yang tergabung dalam LVRI adalah pejuang yang terlibat dalam berbagai operasi militer, seperti Trikora, Dwikora, dan Seroja. "Para pejuang itu adalah saksi hidup perjuangan bangsa kita. Mereka bangga melihat bangsa ini terus maju dan berkembang dengan identitas sendiri," kata Sabri. Diharapkan, masyarakat dapat memanfaatkan pembangunan IKN dengan sebaik-baiknya, baik dari aspek ekonomi maupun aspek kehidupan lainnya. Menurutnya, IKN harus menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia berkat sarana dan prasarana model pembangunan yang berkelanjutan. Sabri juga menekankan pentingnya dukungan seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan pembangunan di IKN. "Itu bukan tugas yang mudah, tetapi dengan kerja sama dan dukungan dari semua pihak, kita bisa mewujudkan IKN sebagai ibu kota yang modern dan berwawasan lingkungan," ujarnya. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan pembangunan IKN dapat tercapai dan memberi manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia. ANTARA