JAKARTA –
**Borneonews**, Kursk - Rusia mengklaim telah menghancurkan konvoi brigade serangan lintas udara ke-82 Ukraina yang dilengkapi dengan kendaraan militer dari negara-negara anggota NATO. Peristiwa tersebut terjadi di Wilayah Kursk, di mana pasukan dari Brigade Marinir ke-810 Rusia berhasil melumpuhkan konvoi tersebut. Komandan unit marinir Rusia menyebutkan bahwa melalui pertempuran singkat, Marinir Brigade 810 telah berhasil menghancurkan sepenuhnya kelompok bergerak angkatan bersenjata Ukraina yang sedang dalam perjalanan dengan menggunakan kendaraan lapis baja dari NATO. Dalam pernyataannya kepada *Sputnik*, ia menjelaskan bahwa kendaraan yang dihancurkan terdiri dari dua unit kendaraan lapis baja HMMWV (Hummer) yang berasal dari Amerika Serikat, beberapa kendaraan lapis baja Senator Roshel dari Kanada, serta sebuah kendaraan lapis baja berat Cougar yang diproduksi di AS. Tidak hanya menghancurkan, Marinir Rusia juga berhasil menangkap beberapa kendaraan. Total yang ditangkap meliputi satu unit Cougar, satu pengangkut personel lapis baja Stryker, dan dua Senator Roshel. Dalam pertempuran tersebut, lebih dari 20 prajurit Ukraina dari brigade serangan lintas udara ke-82 dilaporkan tewas. Sebelumnya, pada 6 Agustus, pasukan Ukraina telah melintasi perbatasan menuju Rusia dan melancarkan serangan di Wilayah Kursk. Menanggapi serangan tersebut, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa Ukraina kembali melakukan provokasi besar-besaran dengan menembaki sasaran sipil tanpa pandang bulu. Ia menegaskan bahwa musuh akan menerima respons yang tepat di sepanjang wilayah perbatasan Rusia. Lebih jauh, Kementerian Pertahanan Rusia pada 16 Agustus mengungkapkan bahwa selama serangan di Wilayah Kursk, pasukan Ukraina telah mengalami kehilangan lebih dari 2.800 prajurit dan 41 tank. Rusia sebelumnya juga telah mengirimkan catatan resmi kepada NATO terkait dengan pengiriman senjata oleh organisasi pertahanan tersebut ke Ukraina. Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, menambahkan bahwa setiap kargo yang berisi senjata untuk Ukraina akan dianggap sebagai target yang sah oleh Rusia. ANTARA