KUPANG –
**Borneonews**, Labuan Bajo - Bupati Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT), Edistasius Endi, mengungkapkan bahwa indeks pariwisata inklusif di wilayahnya mengalami peningkatan signifikan. Indeks tersebut mencatat angka 58,2 pada tahun 2022, lalu naik menjadi 61,6 pada tahun 2023. Dalam kesempatan yang diadakan di Labuan Bajo, Endi menjelaskan bahwa usaha untuk mewujudkan visi pembangunan ini terlihat dari pertumbuhan indikator makro Kabupaten Manggarai Barat. Pertumbuhan yang terus meningkat ini merupakan hasil kolaborasi dari berbagai pihak yang terlibat. Lebih lanjut, Bupati Edistasius Endi menekankan pentingnya pengembangan pariwisata di Labuan Bajo. Pengembangan ini mengedepankan aspek keberlanjutan, agar seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat dari sektor pariwisata. Hal ini sejalan dengan misi pertama dalam rencana pembangunan daerah yang bertujuan untuk mengembangkan pariwisata secara berkelanjutan dan inklusif, sebagai pendorong utama ekonomi daerah. Dalam pandangannya, kebijakan pembangunan Kabupaten Manggarai Barat pada tahun 2024 difokuskan untuk mewujudkan sektor pariwisata yang tidak hanya menyejahterakan, tetapi juga memperkuat efek ekonomi berganda, atau *multiplier effect*, dari sektor tersebut. Menurutnya, adanya *multiplier effect* ini memiliki potensi untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja, meningkatkan pendapatan daerah, serta mempromosikan kebudayaan lokal. Di samping itu, mantan Ketua DPRD Manggarai Barat tersebut menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah juga mengalami peningkatan, dari 4,12 persen pada tahun 2022 menjadi 4,77 persen pada tahun 2023. Dia menegaskan bahwa angka pertumbuhan ini menjadikan Manggarai Barat sebagai yang tertinggi di Provinsi NTT. Ini bukan sekadar angka, melainkan merupakan bukti nyata bahwa daerahnya sedang bergerak maju dengan langkah yang mantap. ANTARA