JAYAPURA –
**Borneonews**, Jayapura - Tarian drama kolosal yang menggambarkan perjuangan pahlawan bangsa dalam merebut kemerdekaan Indonesia meramaikan perayaan HUT Ke-79 Republik Indonesia di Stadion Mandala, Kota Jayapura, Papua. Pertunjukan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mengandung makna mendalam mengenai sejarah perjuangan bangsa. Sebanyak 100 penari, yang mengenakan busana adat dari berbagai daerah mulai dari Sabang hingga Merauke, ikut berpartisipasi dalam acara ini. Hal ini menunjukkan keanekaragaman budaya Indonesia yang tercermin di Provinsi Papua. Keberagaman ini menjadi sebuah representasi yang kuat dari persatuan dalam perayaan hari kemerdekaan. Mayor Rindar, penanggung jawab penari drama kolosal dari Lanud Silas Papare, menyampaikan bahwa para penari berasal dari kalangan mahasiswa, anggota TNI, serta anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Jayapura. Rindar menekankan tujuan pertunjukan ini sebagai pengingat akan pengorbanan yang telah dilakukan oleh para pahlawan dalam merebut kemerdekaan bangsa. “Dengan adanya pertunjukan ini, kami berharap dapat membangkitkan kembali rasa nasionalisme di kalangan masyarakat, serta mengingatkan kembali tentang perjuangan yang telah dihadapi para pahlawan, khususnya di Tanah Papua,” ungkap Rindar. Harapannya adalah generasi muda dapat semakin meningkatkan rasa cinta tanah air dan semangat juang mereka. Sementara itu, Penjabat Gubernur Papua, Ramses Limbong, juga memberikan apresiasi atas pertunjukan tersebut. Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada para penari yang telah mengingatkan semua orang akan perjuangan para pahlawan bangsa. “Tarian drama kolosal ini memiliki makna yang dalam mengenai pengorbanan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia. Kami berharap pertunjukan ini mampu menumbuhkan rasa nasionalisme di hati generasi muda Papua sejak dini,” tutur Limbong. Melalui acara ini, semangat kebangsaan diharapkan terus terjaga dan dihidupkan dalam setiap kesempatan, terutama di kalangan generasi penerus bangsa. ANTARA